Berawal Dari Facebook Lahirkan Organisasi ISBAT

 

Berawal Dari Facebook Lahirkan Organisasi ISBAT

Fathul Mu’in Bersama Kapolsek Bangilan Beserta Pengurus ISBAT

Berawal dari keisengan bermain main Facebook yaitu salah satu jaringan sosial yang digemari oleh para pengguna medsos terbesar sedunia ini, seorang lelaki tengah baya bernama lengkap Fathul Mu’in kelahiran tanah Bumi Wali tuban atau yang biasa disebut sebut dengan bumi Ronggolawe ini sangat giat dan gencar dalam memberikan hal hal yang bermanfaat di jeraringan sosial FB.

Saat ditemui awak media Fathul Mu’in pria yang berprofesi membuka jasa Bekam ini mengatakan “Berdirinya komunitas ISBAT yang saya buat, dari awal saya berkeinginan ISBAT sebagai wadah untuk Informasi bagi warga bangilan yang di bangilan maupun yang ada diperantauan untuk mempererat tali silaturrohmi dan menjalin persaudaraan dan persatuan. selain itu terbentuknya Informasi Seputar Bangilan Tuban (ISBAT) terdapat kegiatan kegiatan bakti sosial ISBAT PEDULI antara lain Tanam pohon, Menyantuni masarakat yang tidak mampu, meringankan beban yang terkena musibah seperti tanah longsor, kebakaran, banjir dan lain lain.
Dan Alhamduillah ternyata banyak dukungan dari masarakat terutama dari Pak Camat M. Maftuchin Reza dan Kapolsek Bangilan AKP Budi Santoso dan lain sebagainya”, terangnya Fathul Mu’in.

Fathul Mu’in Bersama Camat Bangilan Saat Launching Kaos ISBAT

Komponen masyarakat yang begitu komplek seperti sekarang ini sangat di perlukan sekali orang yang berjiwa sosial tinggi seperti yang dilakukan dan digambarkan oleh Fathul Mu’in. Kamis, 28/12/17 (Mursalin)

Jajaran Polres Tuban, Cangkrukan KAMTIBMAS Belanja Masalah

Jajaran Polres Tuban, Cangkrukan KAMTIBMAS Belanja Masalah

Kapolsek Bangilan AKP Budi Santoso Bersama Pihak Perhutani

Tuban, Infosindo.com -Polres Tuban dengan pucuk pimpinan Kapolres AKBP Sutrisno kini makin kian aktif mengkomando seluruh jajaranya. Seperti halnya Polsek Bangilan pada selasa siang sekira pukul 11:00 wib gelar program cangkrukan di kantor BKPH Bahoro Jatirogo Ds Banjarworo.

Cangkrukan bersama KAMTIBMAS belanja masalah ini adalah termasuk program dari pimpinan Kapolri Jendral Tito Karnavian yang mana Program PROMOTORER, PATUH, SIAGA, dan Belanja Masalah. Dalam giat tersebut dihadiri langsung oleh Kapolsek Bangilan AKP Budi Santoso dan beberapa anggota jajaran dari polsek Bangilan. Adapun dari pihak perhutani telah ikut hadir 4 orang .

Dalam giat belanja masalah yang digelar telah didapat dan ditemukan beberapa peasalahan yang menurut keterangan AKP Budi Santoso kepada awak media Infosindo.com mengatakan “dalam giat ini kami temukan ada beberapa TO pelaku curyuti yang lama namun saat ini sudah tidak melakukan pencurian kayu jati, berdasarkan Permenhut no 71 tahun 2017 bahwa masyarakat kawasan hutan diperbolehkan untuk mengerjakan maupun menanami lahan dan akan dikenakan PNPB, masyarakat yang tertangkap mengambil 1 atau 2 batang ranting kayu jati akan diproses hukum secara negara karena apabila dibiarkan akan merugikan negara dan merabah menjadi sebuah penjarahan. Dan bila terjadi kebakaran akan di koordinasikan dengan Polsek Bangilan dan bila berjenjang maka akan dilaporkan kepada kesatuan atas. Sudah menjadi resiko petugas perhutani menghadapi para pelaku pencuri kayu jati petugas tidak dibekali senjata api (pistol) dan dalam pelaksanaan tugas sehari hari Perhutani dibantu oleh 2 orang personil Brimob Polda Jatim” ujarnya Kapolsek.

Kapolsek Bangilan Seusai Ramah Tamah Dengan Warga Dan Pihak Perhutani

Dilain pihak yaitu pihak perhutani memberikan apresiasi terhadap kapolsek Bangilan AKP Budi Santoso, S.H dengan program barunya yang berjudul belanja masalah. Rabu, 27/12/17 (Mursalin)

Jajaran Polres Tuban, Cangkrukan KAMTIBMAS Belanja Masalah

Jajaran Polres Tuban, Cangkrukan KAMTIBMAS Belanja Masalah

Kapolsek Bangilan AKP Budi Santoso Bersama Warga Dan Pihak Perhutani

Tuban, Infosindo.com -Polres Tuban dengan pucuk pimpinan Kapolres AKBP Sutrisno kini makin kian aktif mengkomando seluruh jajaranya. Seperti halnya Polsek Bangilan pada selasa siang sekira pukul 11:00 wib gelar program cangkrukan di kantor BKPH Bahoro Jatirogo Ds Banjarworo.

Cangkrukan bersama KAMTIBMAS belanja masalah ini adalah termasuk program dari pimpinan Kapolri Jendral Tito Karnavian yang mana Program PROMOTORER, PATUH, SIAGA, dan Belanja Masalah. Dalam giat tersebut dihadiri langsung oleh Kapolsek Bangilan AKP Budi Santoso dan beberapa anggota jajaran dari polsek Bangilan. Adapun dari pihak perhutani telah ikut hadir 4 orang .

Dalam giat belanja masalah yang digelar telah didapat dan ditemukan beberapa peasalahan yang menurut keterangan AKP Budi Santoso kepada awak media Infosindo.com mengatakan “dalam giat ini kami temukan ada beberapa TO pelaku curyuti yang lama namun saat ini sudah tidak melakukan pencurian kayu jati, berdasarkan Permenhut no 71 tahun 2017 bahwa masyarakat kawasan hutan diperbolehkan untuk mengerjakan maupun menanami lahan dan akan dikenakan PNPB, masyarakat yang tertangkap mengambil 1 atau 2 batang ranting kayu jati akan diproses hukum secara negara karena apabila dibiarkan akan merugikan negara dan merabah menjadi sebuah penjarahan. Dan bila terjadi kebakaran akan di koordinasikan dengan Polsek Bangilan dan bila berjenjang maka akan dilaporkan kepada kesatuan atas. Sudah menjadi resiko petugas perhutani menghadapi para pelaku pencuri kayu jati petugas tidak dibekali senjata api (pistol) dan dalam pelaksanaan tugas sehari hari Perhutani dibantu oleh 2 orang personil Brimob Polda Jatim” ujarnya Kapolsek.

Kapolsek Bangilan Seusai Ramah Tamah Dengan Warga Dan Pihak Perhutani

Dilain pihak yaitu pihak perhutani memberikan apresiasi terhadap kapolsek Bangilan AKP Budi Santoso, S.H dengan program barunya yang berjudul belanja masalah. Rabu, 27/12/17 (Mursalin)

Berikan Peringatan Setelah Belasan Bus Di Uji Kelayakan

Berikan Peringatan Setelah Belasan Bus Di Uji Kelayakan

Kasat Lantas Polres Pacitan AKP Hendrix Saat Tes Uji Kelayakan Bus

Pacitan, Infosindo.com- Belasan bus yang berada di terminal Pacitan diuji kelayakan. Baik bus antar kota dalam provinsi (AKDP) maupun bus antar kota antar provinsi (AKAP).

Belasan bus tersebut, diperiksa kelengkapan surat, ijin terayek. Tidak hanya itu sampek speak yang ada di bus AKDP maupun AKAP.

“Dari belasan bus untuk kelengkapan surat, mulai sim, stnk, bpbkp dan ijin trayek ada. Semua sopir maupun bis tidak ada yang melanggar,” kata Kasat Lantas Polres Pacitan, AKP Hendrix Kusuma Wardhana, Selasa (26/12/2017) siang.

Namun, lanjut dia, untuk yang lain masih terdapat pelanggaran. Misalnya ban vulkanisir. AKP Hendrix mengaku, jika temuan ban vulkanisir, sopir diberi pengertian dan disuruh mengganti. “Kami beri pengertian memakai ban vulkanisir salah. Saya suruh mengganti. Tapi over all tidak ada pelanggaran yang membahayakan,” terangnya.

Untuk sekedar diketahui, sebelum uji kelayakan, pihak gabungan Polres Pacitan dan Dishub Pemkab Pacitan juga melakukan tes urin bagi sopir bus. Dan tidak ada temuan yang mencurigakan. (Mursalin)

Silaturohmi Di Hari Natal, Kapolda Bali Gelar Open House

Silaturahmi di Hari Natal, Kapolda Bali Gelar Open House

Denpasar, Infosindo.com –

Perayaan Hari Natal tahun 3017 memiliki sejuta makna bagi Kapolda Bali, Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose. Pasalnya, Natal tahun ini merupakan Natal yang pertama kali sejak menjabat sebagai Kapolda Bali.

Di hari yang penuh kedamaian dan berkah ini, Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose menggelar open house di Rumah Dinas Kapolda Bali, Tohpati, Denpasar Timur, Senin (25/12/2017). Sejumlah pejabat seperti Gubernur Bali, Pangdam dan Kasdam IX/Udayana, Ketua DPRD Provinsi Bali, Ketua FKUB, Ketua MUDP, Kajati, Ketua Pengadilan Tinggi, Konsulat Negara Sahabat, Bupati dan Tokoh Masyarakat (Tomas) hadir dalam acara open house itu.

Tidak hanya itu, ribuan personel Polda Bali dan jajaran Polres se-Bali secara khusus datang untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan ucapan Selamat Hari Natal kepada jenderal bintang dua ini. Ratusan kerabat dan keluarga Kapolda Bali juga turut hadir dalam acara yang penuh kasih, cinta dan kebahagiaan ini.

Saat ditemui jenderal lulusan Akpol 1988 ini mengaku senang dan menjadi Natal spesial karena bisa merayakannya di Bali. Selain dengan keluarga tercinta, Kapolda juga merayakan dengan seluruh anggota Polda Bali.

“Saya menerima anggota seluruh jajaran ada 9 Polres, Siswa SPN Singaraja, TNI, Pejabat Utama dan anggotanya. Kita bersukaria bersama-sama dalam kesederhanaan dalam artian bahwa, silaturahmi ini untuk lebih saling mengenal dengan rasa kekeluargaan,” kata Kapolda Bali.

Kapoda Bali berharap perayaan Hari Natal tahun ini penuh berkah, kebahagiaan, cinta kasih dan memberikan kedamaian untuk semua yang ada di dunia ini. “Saya ucapkan Selamat Hari Natal bagi umat kristiani di seluruh dunia,” ucapnya. (Mursalin)

Polres Mojokerto Siagakan Pengamanan Natal Dan Tahun Baru 2018

Polres Mojokerto Siagakan Pengamanan Natal Dan Tahun Baru 2018

Kasat Lantas Polres Mojokerto Kabupaten AKP Nopta Histaris Zusan

Mojokerto, Infosindo.com -Polres Mojokerto Kabupaten dengan Pimpinan Kapolres AKBP Leonardus ini, Dalam rangka menghadapi perayaan Natal dan menjelang penyambutan Tahun baru 2018 dengan Personel jajaran Sat Lantas Polres Mojokerto Kabupaten dengan Tongkat Kendali pimpinan Kasat Lantas AKP Nopta Histaris mengatakan kepada awak media Infosindo.com “Dalam rangka perayaan Natal dan menyambut  tahun baru 2018, kami menyiapkan 1 Pos pada masing masing wilayah Polsek  yang untuk untuk memantau jalanya lalu lintas maupun 1 titik pos untuk keamanan dan itu kami gelar pada setiap kecamatan 1 pos atau setiap 1 Polsek 1 Pos”, Ujarnya AKP Histaris zusan.

 

Begitu juga dengan Ipda Kumala dari Kesatuan Anggota Sat lantas mengatakan “kami melakukan survei jalan, tempat tempat rawan terjadinya laka dan kerjasama dengan instansi terkait, tapi sebelumnya kita juga lakukan kerjasama dengan kesatuan Unit Diksaya mendatangi pemilik bengkel, toko toko, maupun pabrik, untuk menyetop produksi pembuatan knapot brong”, terangnya Ipda Kumala.

 

Dilain kesempatan Kasat Lantas dalam imbuhnya mengatakan “sebelumnya kami akan melakukan kerjasama dengan pihak pihak terkait, seperti sekolahan supaya menghimbau para murid muridnya, Dishub, kerjasama masyarakat, pemilik bengkel supaya tidak melayani knalpot brong dan lain lain”, terangnya kasat lantas. (Mursalin)

Jajaran Polres Tuban Gagalkan Aksi Pencurian

AKP Budi Santoso Bersama Anggota Polsek Singgahan

Tuban, Infosindo.com – Polres Tuban dibawah kendali kepemimpinan Kapolres AKBP Sutrisno kini makin menggugah daya semangat juang kepada seluruh jajaran kepolisian diwilayah hukum Polres Tuban, termasuk pada Polsek singgahan yang kini berhasil gagalkan aksi kejahatan.

Jajaran Polres Tuban kini dengan kapolsek yang baru yaitu AKP Budi Santoso telah meraih prestasi kembali pada selasa 19 Des 2017, setelah beberapa minggu lalu Polsek Singgahan berhasil membekuk dan memghentikan pertualangan 2 begal yang beraksi. Dengan aksinya melaksanakan Operasi Sikat Semeru 2 telah berhasil menggagalkan pencurian. Berdasarkan keterangn Kapolsek mengntakan ” Dengan Operasi Pekat Semeru 2 ini kami dengan jajaran anggota polsek Singgahan telah berhasil menggagalkan pencurian kabel tower dan mengamankan 1 unit kendaraan dan 24 buah batre power. Dan untuk sementara kami masih mengembangkan penggalian informasi dan bukti bukti terhadap tersangka serta mohon doa restunya semoga pelaku segera dapat tertangkap”, ujarnya AKP Budi Santoso. (Mursalin)

Kapolres Tuban Menjadi Ustad Di Pesantren KMI ASSALAM

Kebersamaan Kapolres Tuban AKBP Fadly Samad Foto Bersama Para Santri KMI ASSSLAM

Tuban, Infosindo.com -Dalam kesempatan kali ini rabu 7 juni 2017 tepatnya 12 ramadhan di Pondok Pesantren KMI ASSALAM Bangilan kedatangan tamu orang no 1 di Kepolisian Polres Tuban tidak lain adalah Kapolres AKBP Fadly Samad Tuban, S.H, S.I.K, M.H yang sedang bersafari ramadhan ke Pesantren modern KMI ASSALAM. Selain itu dihadiri juga oleh Camat Bangilan Moh. Maftuchin Reza, Kapolsek Bangilan Iptu Suryanto, perwakilan Koramil, seluruh jajaran dewan guru dan ustad ustad muda dari pesantren KMI ASSALAM. Untuk menyambut kedatangan Kapolres AKBP Fadly Samad para santri memberikan sambutan yang hangat dan meriah dengan iringan Drum Band yang dimainkan oleh para santri dan santriwati. Sebelum susunan acara demi acara dimulai seluruh santriwan santriwati beserta dewan guru, asatidz, asatidzah, beserta seluruh tamu undangan melantunkan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang penuh hikmat dan semua santri, rombongan Kapolres dan dewan guru berdiri sejenak untuk berhitmat kepada tanah air tercinta, yang kemudian diteruskan oleh lagu Himne Pondoku, Mars ASSALAM 3 bahasa yaitu Indonesia, Arab, Inggris dan lagu yang berlantunkan suasana doa yang dipimpin langsung oleh Ustad Mulyadi, DSP, S.Pd.I.

Kapolres Tuban AKBP Fadly Samad Saat Memberikan Tausiyah Kepada Para Santri KMI ASSALAM

Pada sambutan pertama pengasuh pesantren KMI ASSALAM, KH. Yunan Jauhar, M.Pd (putra dari almarhum KH. Abdul Moehaimin Tamam) menyampaikan pesan “kami sangat merasa bangga sekali karena no 1 dijajaran Kepolisian Tuban Kapolres AKBP Fadly Samad, S.H, S.I.K, M.H berkenan untuk hadir dan menyempatkan waktu di Pesantren kami tercinta ini, kami berharap Bapak Kapolres bisa memberikan kuliah singkat kepada santri santri kami, supaya para santri mendapat ilmu dan angin segar, tambahan wawasan dari apa yang telah diberikan. Karena hahikatnya Kapolres, Kapolsek, ndan Ramil dan Pak Camat itu adalah guru bagi santri santri kami”, tegasnya Pengasuh Pondok.
Pada sambutan ke 2 Kapolres AKBP Fadly Samad memberikan kajian kepada para santri yang telah duduk rapi berjejer yang menunjukan kedisiplinan dan kharismatik almarhum pendirinya yaitu KH. Abdul Moehaimin Taman. Dalam sambutan Kapolres menuturkan, “sebelumnya saya sangat merasa sangat terkejut dan bangga, sebab setelah saya masuk ke Pesantren ini, saya disambut oleh para santri dengan iringan Drum Band, dengan beraneka ragam seni budaya, pinter bahasa Arab, Inggris dan Bahasa Indonesia kita tercinta. Kesempatan kali ini saya benar benar merasa bangga kepada anak anaku sekalian, karena saya baru tahu bahwa kalian (santri) luar biasa. Pesan saya kepada kalian teruslah tekun belajar, jaga persatuan, peraudaraan seperti apa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada kita, yang sudah tertulis dalam Al-quran. Karena kalau itu benar diterapkan, maka sudah sesuai dengan Pancasila yaitu dasar negara kita. Saya juga menghimbau kepada kalian (santri) KMI ASSALAM supaya selalu waspada terhadap Narkoba, karnopen dan lain sebagainya. Karena narkoba itu adalah barang haram dan terlarang yang siap menggerogoti bangsa ini. Kemudian saya juga menghimbau supaya anak anaku (santri) juga mematuhi UU rambu lalulintas yang meliputi etika dalam berkendara, kendaraan harus SNI, harus mempunyai SIM dan membawa STNK. Bila itu tidak dipenuhi ya jangan salahkan Pak Polisi kalau motornya ditilang. Tapi jujur saya merasa bangga bisa hadir disini tidak merasa sia sia berjumpa dengan kalian sebab kalian benar benar luar biasa, walaupun kedatangan saya terlambat karena banyaknya tugas,” terangnya Kapolres asal Makasar.

Kapolres Tuban AKBP Fadly Samad Saat Berpamitan Kepada KH. Yunan Jauhar, M.Pd Seusai Acara Silaturohmi Di Pesantren KMI ASSALAM

Seusai sambutan oleh Kapolres dilanjutkan dengan penyerahan cindera mata dari pihak pesantren KMI ASSALAM kepada Kapolres. Selain itu ada terselip kenang kenangan luar biasa kepada Kapolres yaitu mndapatkan sebuah buku yang berjudul “Merawat Nusantara” yang tidak lain penulisnya adalah Ustad Juwoto, S.Pd.I, seorang alumni yang menjadi ustad di Pesantren dan sekaligus seorang penulis. Rabu, 7/6/17 (Mursalin)

Biografi KH. Abdul Moehaimin Tamam

Info Sindo
Pendiri Dan Pengasuh Pondok Pesantren KMI ASSALAM Bangilan Tuban

± 50 km ke selatan dari kota Tuban ada sebuah desa Bangilan namanya, di desa tersebut terdapat seorang kepala keluarga yang bernama Abu Bakar Wustho dan beliau mempunyai tujuh anak, tiga putra empat putri dan salah satu anak beliau bernama Bapak Badrut Tamam, beliau mempunyai istri bernama Ibu Mutmainnah dari kota Tuban, leluhur Bu Mutmainnah ada yang keturunan Tiong Hua. Pak Tamam dengan Ibu Mutmainnah dikarunai dua anak, Abdul Muhaimin dan Siti Azizah, semenjak kecil Moehaimin sudah ditinggal wafat oleh bapaknya. Tidak lama kemudian Ibu Mutmainnah pun menyusul wafat, pada saat itu umur Abdul Muhaimin Tamam + dua setengah tahun, kemudian Abdul Muhaimin kadang diasuh oleh seorang pembantu yang dapat dipercaya saat Pak Tamam sibuk berdagang. Tak lama kemudian beliau memperistri seorang wanita dari desa Baorno Timur Kabupaten Bojonegoro bernama Ibu Halimah, sehingga Abdul Muhaimin Tamam di asuh oleh Ibu Halimah. Dalam asuhan ibu Halimah inilah Abdul Muhaimin Tamam dibesarkan, dididik dan diarahkan, juga dipondokkkan, mengaji dan belajar dipondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo Indonesia.

Di Pondok Darussalam yang dikenal dengan Pondok Gontor inilah Pak Muhaimin diajar, diasuh dan digembleng sampai tamat dan pulang serta beliau bertekad untuk mendidirikan balai pendidikan Madrasah dan Pondok Pesantren.

Tekad tersebut dituangkan dalam pernyataan tertulis yang dihaturkan kepada  Bapak K.H. Imam Zarkasyi pendidiri dan direktur KMI Pondok Modern Gontor Ponorogo (bahwa beliau ingin pulang serta mengabdikan ilmunya dikampung) serta membantu program yang didawuhkan oleh Bapak K.H. Imam Zarkasyi bahwa harus ada seribu Gontor di Indonesia.

Pernyataan tekad yang biasa dilaksanakan oleh setiap santri kelas enam di KMI Darussalam Gontor Ponorogo itu dijawab oleh Pak Zar ( Panggilan K.H. Imam Zarkasyi) dengan jawaban positif artinya Pak Zar setuju bahwa Pak Muhaimin direstui untuk pulang ke kampung halamannya dan mengabdikan ilmunya dimasyarakat, yang mengandung arti bahwa ridho Kyai itu penting.

Di Bangilan beliau mulai mengajar di Madrasah yang telah ada rintisan para sesepuh yaitu MI Salafiyah Bangilan. Saat itu kedaaan gedungnya sangat memprihatinkan , karena itu beliau menggoda Bapaknya, tidak mau mengajar kalau gedungnya tidak direhab. Bapak Tamam mengajak para pengurus  bertekad untuk merehab bentuk gedungnya sehingga menjadi seperti sekarang ini. Kemudian sebab prestasinya beliau diangkat oleh sidang pengurus  menjadi Ka di MI Salafiyah tsb. (periode th 61 – 65 ). Pada saat itu, beliau juga bermaksud mendirikan MTs dengan membuat Kls VII di madrasah ini tetapi hanya kuat 1 tahun dan gagal.

Karena dikawinkan dengan istri dari desa Weden yang berada di sebelah selatan desa Bangilan, tahun 1965 beliau pindah ke Weden merintis berdirinya Madrasah di Desa ini serta mengilhami berdirinya sebuah gedung Madrasah.

Sebelumnya, Madrasah dimulai dengan membuat TPA di rumah mertua. Caranya, 7 orang anak diajak dan diajak bermain-main di halaman rumah mertuanya. Anak-anak lain yang tahu, kemudian ikut main dan didaftarkan oleh orang tuanya. Hari demi hari muridnya bertambah banyak sehingga pada th 1965 ia berhasil mendorong Bapak Kandung , Bapak mertua dan masyarakat setempat mendirikan gedung MI dan beliau namakan MI Al-Iman, buku utama yang digunakan pegangan mengajar ialah : SINAHU MAOS HURUF AL-QUR’AN, oleh K.H. Imam Zarkasyi. Walau banyak mendapat cemooh dan tiupan-tiupan isu bohong yang mengatakan bahwa weden bukan lahan untuk pendidikan, sehingga keluarga rumahpun menjadi goyah hatinya yang menyebabkan Pak Moehaimin mengajar dengan tertekan serta menderita batin. Tetapi kesabaran, ketabahan, serta keuletan beliau, tegaklah MI Weden hingga sekarang.

Karena pindah tempat, maka tahun 70an kepengurusan Madrasah diserahkan dan diteruskan oleh masyarakat Weden, walau semula masyarakat memprekdisikan bahwa Weden tak mungkin bisa didirikan Balai Pendidikan.

Untuk kesejahteraan keluarga, beliau pindah mengontrak rumah di desa Santren yang berada di sebelah  utara desa Bangilan. Di Desa baru ini beliau mendirikan perusahaan kayu jati dengan maksud apabila sudah berhasil menyusun ekonomi, baru akan mengajar lagi. Usaha ini berkembang dengan pesat, sayang beliau selalu sibuk didunia bisnis, tenggelam dalam kenikmatan duniawi lupa jati diri serta belok dari jiwa dan tujuan aslinya yaitu mendidik dan mengajar. Toh sebenarnya sewaktu di Pondok Gontor beliau di  pesan oleh Pak Zar agar mampu menyisihkan waktu untuk mendidik dan mengajar di tengah-tengah kesibukan bisnis. Karena itu Allah mengingatkannya dengan cara beliau bangkrut dari dagangannya, perusahaan terpaksa tutup dengan menanggung hutang yang tidak sedikit.

Alhamdulillah beliau memahami dan menyadari. Karena itu walau dengan penuh derita dan terpuruk karena bfngkrut dari usahanya pada tahun 1977, beliau pindah meninggalkan Santren menuju desa Sidokumpul, untuk memulai dunia yang baru sesuai dengan jiwanya serta ingat kembali dan melaksanakan wejangan lama Pak Zar. Karena itu beliau mulai berkiprah kembsli dibidang pendidikan dan pengajaran sambil membuka usaha kecil-kecilan yaitu membuat Sabun Cream. Mengingat kecilnya kapital, maka beliau bertindak sebagai pimpinan, pegawai pengedar sekaligus penjual berkeliling dari desa satu ke desa yang lain untuk menjual sabun sambil mendirikan Masjid Al-Ihsan di desa Ngrojo serta mengajar,  dan juga merintis Madrasah Tsanawiyah dan alhamdulillah telah berhasil mendirikan sebuah gedung di Desa Sidokumpul dekat rumah kediamannya, yang beliau namakan MTs ASSALAM sedangkan bisnis sabun cream hanya berjalan 1 (Satu) tahun saja. Selanjutnya beralih dalam kesibukan menterjemah kitab pada dunia percetakan.

Gedung Madrasah Tsanawiyah yang baru ini, didirikan diatas tanah milik seseorang. Karena kurang kesefahaman antara Ka Guru (Pak Moehaimin) dengan penguasa tanah, menyebabkan kesulitan demi kesulitan , akhirnya setelah Madrasah komplit dengan murid dan segala sarana, terpaksa beliau tinggalkan dan diserahkan kepada Umat Islam setempat. Nama ASSALAM pun mereka rubah dengan nama lain.

Peristiwa gagalnya MTs ASSALAM di Desa Sidokumpul Kec. Bangilam mengilhami berdirinya Madrasah Tsanawiyah, Aliyah dan Pondok Pesantren ASSALAM baru di lokasi baru.

Istikhoroh Pak Moehaimin serta mujahadah dan keperihatinan yang dalam, ahirnya pada tahun 1983 beliau mampu membuahkan hasil yaitu membeli sebidang tanah -+ 1 ha di jantung kota Kec. Bangilan. (lokasi Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah ASSALAM yang sekarang ini).  Keberhasilan mendirikan 1 (satu) gedung Madrasah pada setiap tahun, di samping berhasil membeli tanah di belakang masjid Jami’ Bangilan. Di Desa Suwalan Jenu Tuban dan Di Desa Banjarworo Bangilan Tuban.

Tetapi karena beberapa sebab, Pak Moehaimin belum mampu untuk berdomisili di tengah-tengah lokasi ASSALAM baru. 12 tahun kemudian baru ditempati sebab masih berumah tangga di desa Sidokumpul yang jaraknya + 1 km dari lokasi Madrasah. Karena itu, Madrasah dipimpin dari kejahuan yang menyebabkan jalannya pendidikan dan pembangunan mengalami kelambatan.

Mengingat cerita Ust. Mahrus pimpinan Pondok Darunnajah yang diperintah Pak Zar agar bertekad segera pindah ke lokasi Madrasah dan pertukangan ke lokasi Pondok di ‘Ulu Jami’, maka pada tahun 1993 Pak Moehaimin memberanikan diri untuk mendirikan rumah di tengah-tengah lokasi Madrasah agar dapat hijroh meninggalkan rumah lama menuju daerah baru, berdomisili dan beristiqomah sebagai Kyai, memimpin membangun ASSALAM yang baru di tengah-tengah Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah ASSALAM yang baru  pula. Rencana ini terlaksana mulai tahun 1995.

Jadi baru sekitar + 10 tahun akhir-akhir ini ASSALAM baru dan memiliki jati diri, sehingga mampu untuk maju dalam  mendidik dan mengembangkan pembangunan setiap tahunnya. Sebab di tengah-tengahi dan di istiqomahi oleh pendiri (Kyai) nya, setelah dengan gigih sabar dan tawakal menghadapi terpaan pasang surutnya gelombang hidup menuju ASSALAM menjadi sukses. Doc. PP. ASSALAM Bangilan 2005.

Setelah berhasil mendirikan Pondok Pesantren di Jantung kota Bangilan ini pada era berkisar tahun 2000 gedung sekolah dan pondok sudah tidak muat untuk di temapti oleh para santri yang pada setiap tahun nya datang berbondong bondong dari berbagai daerah di Indonesia untuk menuntut ilmu kepada beliau. Tidak lama setelah itu beliau telah berhasil membangun pondok+sekolahan di Desa punggur untuk santri putra dengan tanah seluas -+ 4 ha, yang berada di jalur Jalan raya Jatirogo-Bojonegoro.

Dengan begitu Pondok ASSALAM sudah terpisah antara asrama santri putra dan santri putri. Dengan keberhasilan beliau tidak lama kemudian beliau menderita sakit yang mengakibatkan dlbeliaui di Panggil oleh Allah pada tahun 2015 dan di makamkan di tengah tengah pondok putra punggur.

%d blogger menyukai ini: