Info Sindo
Info Sindo
Kasatlantas AKP Bobby M. Zulfikar menunjukkan ruang pelayanan SIM Polres Mojokerto kepada Deputi Bidang Pelayanan Publik Kemen PAN-RB Dian Natalisa dan Waka Polda Jatim Brigjen Pol Toni Harmanto, didampingi kapolres dan wabup

MOJOSARI, Infosindo.com – Polres Mojokerto meluncurkan beragam terobosan baru dalam upaya menekan angka kriminalitas dan kecelakaan lalu lintas Selasa (22/1). Terobosan itu menyasar sejumlah sisi yang dianggap bisa mempermudah pelayanan kepada masyarakat terkait keamanan atau safety dan ketertiban berlalu lintas.

Di antara terobosan itu adalah Integreted Alarm Sensor System (IASS), Majapahit Choaching Clinic, Majapahit Cashless Payment Service (MCPS), dan BPKB Delivery Service. Kapolres Mojokerto AKBP Setyo Koes Heriyatno, mengungakpkan, ragam inovasi tersebut berdasarkan hasil aspirasi masyarakat.

Pihaknya selalu melakukan upaya pendekatan kepada masyarakat melalui program kuliner khas Majapahit. Seperti, Duren Trawas (duduk bareng mitra kamtibmas), dan sebagainya. ”Kemudian dari cangkrukan tersebut terkumpul aspirasi masyarakat tersebut,” katanya.

Untuk Integreted Alarm Sensor System (IASS) ini merupakan aplikasi dari satreskrim. Setyo mengungkapkan, ini didasari dari kejadian pembobolan ATM di Indomaret di kawasan Trowulan tiga bulan lalu. Ada keluhan dari pengelola Indomaret. Pengelola menyoal keamanan minimarket sewaktu dalam kondisi tutup dan tidak ada penjaga.

Memang, selama ini, pihak Indomaret memakai panic button atau tombol alarm yang hanya berbunyi jika ditekan. Sehingga, IASS ini menjadi terobosan. ”Jadi, nanti jika ada sesuatu yang terjadi yang sifatnya merusak. Nanti akan langsung berkoneksi dengan Command Center (ruang kendali darurat, Red) kami,” paparnya.

Kemudian dari Command Center akan menyambungkan ke anggota yang sudah terhubung. Sehingga, akan ada quick respons atau reaksi cepat dari petugas. Kedua, yaitu Majapahit Choaching Clinic. Setyo menceritakan, dari hasil obrolan di setiap cangkrukan, banyak masyarakat yang mengeluh akan sulitnya mengurus atau membuat SIM.

Sehingga, pihaknya membuat terobosan Optimalisasi Zebra Graha Cendekia atau sarana masyarakat untuk latihan uji teori sebelum membuat SIM. ”Dalam zebra cendekia itu masyarakat berlatih teori. Bagaimana teori-teorinya. Setelah itu ke lapangan untuk praktik dengan didampingi anggota,” katanya.

Dengan begitu, harap Setyo, bisa membuat masyarakat lebih mudah mengurus ujian SIM.Ketiga adalah Majapahit Cashless Payment Service (MCPS). Menurutnya, terobosan ini untuk mempermudah masyarakat dalam hal pembayaran dengan tidak menggunakan uang cash atau cashless.

Masyarakat sekarang sudah mulai meninggalkan uang cash dan lebih mencari hal praktis. Sehingga, terobosan ini nantinya bisa berlaku untuk pembuatan surat izin mengemudi (SIM) baru, perpanjangan sim. SKCK online dan termasuk tilang. ”Jadi, tilang pun dengan cashless bisa.

Untuk memudahkan semuanya,” katanya. Selain mempermudah masyarakat dalam hal pembayaran, ini juga akan mengurangi penyimpangan yang dilakukan petugas. Karena, jika menggunakan cash, ungkap Setyo, bisa mendorong potensi perbuatan pungli maupun korupsi. ”Jadi, untuk mencegah budaya korupsi dan pungli,” katanya.

Keempat adalah BPKB Delivery Service. Semacam layanan antar-BPKB dari petugas ke alamat pemilik. Menurut Kapolres, ini untuk pelayanan masyarakat sebagai bentuk terima kasih dari polisi karena masyarakat mengurus dan membayar pajak. ”Mungkin karena kesibukannya tidak bisa mengambil BPKB, kami antarkan ke alamat yang tertera,” katanya.

Selain keempat terobosan tersebut, pihaknya juga menerapkan program Kapolri berupa Ground Breaking Perumahan Sanika Bhayangkara. Yaitu, rumah bersubsidi bagi anggota Polres Mojokerto. ”Walaupun ini rumah bersubsidi, tapi ini layak dan bisa dipertanggungjawabkan. Dan ini tidak hanya untuk anggota polres saja. Ini kita tawarkan ke rekan TNI, baik dari Korem maupun dari Kodim,” katanya.

Dalam acara launching terobosan dari Polres Mojokerto di Mapolres Mojokerto, Selasa (22/1) itu turut dihadiri Deputi Bidang Pelayanan Publik, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (Kemenpan RB RI) Dian Natalisa, Waka Polda Jatim Brigjen Pol Toni Harmanto, dan Wabup Pungkasiadi. (Mursalin)

Tinggalkan Balasan