Info Sindo
Info Sindo
Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro Didampingi Kasatreskrim AKP Redik (Kiri) Menunjukkan Hasil Tangkapan 3,4 Ons Sabu Sabu. Kamis, 11 April 2019

Gresik, Infosindo.com – Satuan Reskoba Polres Gresik berhasil membongkar jaringan peredaran sabu-sabu skala besar di Kabupaten Gresik. Sabu-sabu seberat 3,4 ons disita dari rumah Imam Sukhairi alias Jenglot, 41, warga Dusun Jogodalu RT 01 RW 01 Desa Jogodalu Kecamatan Benjeng.
Selain menangkap Imam Sukhairi sebagai bandar, polisi juga meringkus komplotannya. Masing-masing Yuni Dwi Lestari, 38, asal Dusun Pekarungan RT 15 RW 05 Desa Pekarungan, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo. Sunyoto, 54, warga Dusun Kaliputih RT 02 RW 06 Desa Kebonagung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Serta Saiful alias Ipung, 52, warga Dusun Cakarayam Baru RT 02 RW 03 Desa Mentikan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.
Pengungkapan itu berawal dari penangkapan Imam Sukhairi di Jalan Raya Simpang Tiga Boboh, Kecamatan Menganti akhir Maret lalu. Penangkapan berawal dari informasi masyarakat yang menyebutkan tersangka akan melakukan transaksi narkotika golongan I jenis SS.
Kapolres menjelaskan, saat itu tersangka hendak pergi ke rumah Sunyoto di Pacet Mojokerto untuk transaksi sabu. Setelah dari Mojokerto, tersangka balik pulang ke arah Surabaya dengan membawa dua rekannya yakni Saiful dan Yuni Dwi Lestari.
“Tersangka kami tangkap saat melintas di Jalan Raya Boboh mengendarai mobil Suzuki Ertiga putih dengan nopol W 1560 ZA,” kata Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro.
Dalam penggeledahan, polisi juga menemukan puluhan klip plasti berisi serbuk kristal SS. Setelah dikumpulkan seluruhnya, SS ditimbang dan beratnya total mencapai 3,4 ons atau 340 gram.
“Ini jumlah barang bukti yang sangat besar selama pengungkapan narkoba di Kabupaten Gresik,” terang AKBP Wahyu S Bintoro didampingi Kasat Reskoba AKP Redik Tribawanto.
Selain SS, polisi juga menyita barang bukti lainnya berupa 2 handphone, 2 kartu ATM BCA, mobil Suzuki Ertiga, dan peralatan hisap narkoba. Serta uang tunai Rp 5,6 juta. “Kami juga menyita senjata air softgun jenis revolver dengan 6 butir peluru mimis,” imbuh kapolres.
Kapolres menegaskan, para tersangka bakal dijerat pelanggaran Pasal 114 ayat 2 jo Pasal 112 jo Pasal 132 ayat 1 UU 35/2009, tentang Narkotika. “Ancaman hukuman seumur hidup, paling singkat 6 tahun, dan paling lama 20 tahun, atau denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar,” terang AKBP Wahyu S Bintoro.

Tinggalkan Balasan