Info Sindo
Info Sindo
SIMULASI = Simulasi Pengamanan Pemilu 2019 Yang Di Gelar Polres Tegal, Awal Pekan Lalu

SLAWI – Tempat pemungutan suara (TPS) pemilu presiden (pilpres) dan pemilu legislatif (pileg) 2019 di Kabupaten Tegal berjumlah 4.533. Kepolisan menyebut tidak ada TPS yang berkategori rawan konflik.

“TPS berjumlah 4.533. Setelah kita lakukan audit terhadap TPS-TPS tersebut, seluruh TPS kita kategorikan aman,” kata Kapolres Tegal AKBP Dwi Agus Prianto, usai simulasi pengamanan pemilu 2019, Selasa (5/3) lalu.

Meski demikian, Dwi menegaskan pihaknya tetap mengantisipasi potensi kerawanan dan ancaman konflik yang bisa muncul, utamanya saat dan setelah tahapan pemungutan dan penghitungan suara 17 April mendatang.

“Potensi-potensi itu tetap ada, karena ada perbedaan-perbedaan. Dan dari awal sudah kita lakukan upaya eliminisasi. Tapi secara umum dari 4.533 TPS semuanya kategori aman,” tandasnya.

Salah satu langkah antisipasi, lanjut Dwi, adalah dengan menggelar simulasi pengamanan kota (sispimkota) menjelang 40 hari pelaksanaan pemilu. Simulasi digelar utamanya untuk memastikan kesiapan personel dalam menghadapi aksi unjuk rasa memprotes hasil pemilu yang berujung anarkis.

“Ini untuk memastikan kesiapan SDM, sarana pra sarna, juga teknis dan taktis apabila terjadi kontijensi. Tapi mudahan-mudahan itu tidak terjadi karena upaya preventif dan preemtif sudah kita lakukan,” ujarnya.

Menurut Dwi, dalam simulasi itu, ada 350 personil berbagai kesatuan yang dilibatkan. “Tapi untuk hari H nanti (17 April), kita berdayakan 2/3 personil dari kekuatan personel yang ada,” ucapnya.