Info Sindo
Info Sindo
CROSCEK : Polisi Periksa Surat Kendaraan Pengemudi Mobil Di Jalan Raya Akses Suramadu, Sabtu Malam

BANGKALAN, Infosindo.com –Tingkat kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas masih rendah. Tidak sedikit warga yang mengendarai kendaraan tanpa dilengkapi dokumen sesuai perundang-undangan. Selain itu, kendaraan yang digunakan banyak yang dipreteli hingga tidak sesuai pabrikan.
Fakta tersebut terungkap dalam razia cipta kondisi (cipkon) Polres Bangkalan bersama polsek jajaran pada Sabtu malam (1/12). Sasaran operasi tersebut untuk mengungkap kasus minuman keras (miras), senjata tajam (sajam), narkoba, dan kendaraan bodong. Razia dilakukan selama empat jam sejak pukul 20.00 serentak di semua wilayah Bangkalan.
Razia cipkon di Pos Lantas Sendang, jalan raya akses Suramadu, mengamankan 1 unit kendaraan roda empat dan 4 sepeda motor. Di tempat itu polisi terpaksa menerbitkan enam lembar surat bukti pelanggaran (tilang) kepada pengendara yang tidak membawa STNK dan satu pelanggaran tak dapat menunjukkan SIM.

Polsek Rayon I yang terdiri atas Polsek Kamal, Polsek Socah, dan Polsek Sukolilo, melaksanakan razia cipkon di jalan raya Desa Sanggra Agung, Kecamatan Socah. Di tempat itu polisi amankan satu unit sepeda motor lantaran tidak dilengkapi STNK.
Sementara Polsek Rayon II meliputi Polsek Burneh, Polsek Tragah, Polsek Kwanyar, dan Polsek Tanah Merah melaksanakan razia di jalan raya depan SMPN 1 Tragah. Hasilnya, petugas mengamankan empat unit sepeda motor karena tidak dilengkapi STNK.
Polsek Rayon III meliputi Polsek Blega, Polsek Konang, Polsek Modung, dan Polsek Galis melaksanakan razia di depan Maspolsek Modung. Dua unit sepeda motor juga diamankan karena tanpa STNK.
Sementara Polsek Rayon V meliputi Polsek Sepulu, Polsek Tanjungbumi, Polsek Kokop melaksanakan operasi di depan Mapolsek Tanjungbumi. Polisi berhasil mengamankan dua unit sepeda motor lantaran tidak bisa menunjukkan STNK. Secara keseluruhan polisi menganamkan 1 unit roda empat dan 13 unit sepeda motor.
Kapolres Bangkalan AKBP Boby Pa’ludin Tambunan mengatakan, razia cipkon dilakukan setiap hari. Sementara pada hari libur dan malam minggu dilakukan dengan kekuatan skala besar. Waktu dan tempat dilakukan secara kondisional.
Razia cipkon terus dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Lebih-lebih menjelang pelaksanaan pilpres dan pileg. ”Akan terus kami lakukan untuk menjaga keamanan Bangkalan,” terangnya Minggu (2/12).
Boby mengungkapkan, kendaraan yang diamankan bisa diambil setelah pemiliknya membayar denda tilang. Saat akan kendaraan diambil, pemiliknya wajib menunjukkan surat-surat lengkap. Sementara kendaraan pretelan harus dikembalikan ke bentuk semua. ”Kami tidak mempersulit. Kami hanya memberikan efek jera,” tandansya. (Mursalin)