Begini Strategi Satgas Pangan Kota Madiun Tumpas Penimbunan Sembako

Info Sindo
Info Sindo : Tim Satgas Pangan Kota Madiun Bersama Bank Indonesia Perwakilan Kediri Memantau Harga Kebutuhan Pokok Di Pasar Sleko Kota Madiun, (4/12/2018)

MADIUN, Infosindo.com — Praktik penimbunan bahan kebutuhan pokok alias sembako rawan dilakukan oleh oknum pedagang maupun distributor hingga berimbas pada kenaikan harga demi mendapatkan keuntungan.
Oleh sebab itu, tim Satuan Petugas (Satgas) Pangan Kota Madiun, Jawa Timur, mengantisipasi praktik penimbunan sembako menjelang momentum Hari Raya Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 (Nataru).
“Kami antisipasi adanya penimbunan. Momentum tingginya kebutuhan akan bahan pangan dan makanan saat Natal dan Tahun Baru rawan dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab,” ujar Kepala Satuan Reskrim Polres Madiun Kota, AKP Suhariyono, Rabu (5/12/2018), di Madiun.

Untuk itu, tambah Suhariyono, pihaknya akan intensif melakukan pengecekan di gudang-gudang makanan dan bahan makanan yang ada di wilayah hukumnya. Pihaknya juga mengantisipasi praktik daging sapi dan ayam gelonggongan serta daging sapi oplosan dengan daging celeng.
“Jika ada ditemukan yang nekat melakukan penimbunan, daging sapi gelonggongan, maupun daging sapi oplosan celeng, maka akan kami tindak dengan tegas,” ucap Suhariyono.
Berdasarkan survei yang dilakukan tim Satgas Pangan, saat ini menjelang Natal dan tahun baru telah terjadi kenaikan harga untuk sejumlah komoditas di pasar tradisional setempat. Di antaranya beras, telur ayam ras, daging ayam potong, bawang merah, dan beberapa jenis sayuran.
Suhariyono memastikan jika nanti ditemukan ada oknum pedagang atau distributor yang menyalahgunakan pendistribusian dengan melakukan penimbunan bahan makanan, maka akan diberikan tindakan tegas sesuai peraturan yang berlaku.
Bagi warga yang mengetahui ada praktik penyalahgunaan penyaluran dan penimbunan bahan makanan, maka bisa melapor ke polisi ataupun tim Satgas Pangan Madiun.
Pihaknya juga meminta masyarakat Kota Madiun tidak melakukan pembelian bahan kebutuhan pokok dengan secara berlebihan, namun sesuai kebutuhan.

%d blogger menyukai ini: