Info Sindo
Info Sindo
AG, Oknum Guru SMK Di Lamongan Menghadiri Sidang Di Pengadilan Negeri Lamongan Pada Kamis, 11 April 2019

Lamongan, Infosindo.com – AG, oknum guru SMK di Lamongan menghadiri sidang di Pengadilan Negeri Lamongan pada Kamis (11/4/2019).
Sidang kali ini beragenda pembacaan eksepsi (keberatan, red). Eksepsi AG dipastikan mendapat penolakan oleh majelis hakim.
Penolakan eksepsi ini membuat AG harus mengikuti sidang berikutnya dengan agenda mendatangkan saksi oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Lamongan pada Senin (15/4/2019) depan.
Sidang yang dipimpin Ketua PN Hj. Nova Flory Bunda di ruang Cakra PN Lamongan siang tadi dilakukan secara tertutup.
Jaksa Penuntut Umum (JPU), Heri Pamungkas mengaku eksepsi yang diajukan Penasihat Hukum terdakwa ditolak.
“Dalam putusan sela kali ini, eksepsi ditolak, sidang dilanjut Senin dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi,” ungkap Heri usai sidang.
Heri hanya mengatakan akan ada banyak saksi yang dihadirkan pada sidang selanjutnya.
Sementara itu, Penasihat Hukum terdakwa, Parlindungan Sitorus mengatakan tetap menghormati keputusan ketua majelis hakim.
“Ditolaknya eksepsi atau keberatan yang kita ajukan memang kewenangan hakim,” katanya.
Yang pasti, Parlindungan menambahkan akan banding nantinya setelah putusan pokok perkara terkait putusan sela.

Parlindungan menyebut jika Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Lamongan berencana hadirkan 26 siswa dalam agenda persidangan berikutnya.
“Kita akan lihat nanti saat pengakuan saksi di hadapan majelis hakim,” kata Parlin.
Penasihat hukum yang berkantor di Surabaya itu bakal menyiapkan langkah langkah hukum selanjutnya diantaranya, surat keterangan dari medis (psikis) jika kliennya dinyatakan tidak kelainan alias normal.
“Kita akan ajukan bukti itu,” katanya.Diberitakan sebelumnya, AG diamankan penyidik setelah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pencabulan terhadap sejumlah siswanya.
Terdakwa AG dijerat pasal 82 ayat 2 jo Pasal 76 E UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak jo Pasal 65 ayat (1)