Jaga Keamanan Pemilu 2019, Polres Jombang Ajak Diskusi Mahasiswa

Info Sindo

Jombang, Infosindo.com – Polres Jombang juga merangkul kalangan mahasiswa untuk menjaga keamanan selama tahapan Pemilu 2019. Agar tercipta situasi kondusif di Kota Santri, polisi mengajak para mahasiswa ikut mencegah penyebaran berita bohong (hoax), ujaran kebencian (hate speech), serta meminta para mahasiswa agar menyampaikan aspirasi dengan cara yang baik.

Pendekatan terhadap kalangan mahasiswa itu dilakukan Kapolres Jombang AKBP Fadly Widiyanto dengan menggelar cakrukan dan ngopi bareng Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) serta organisasi kemahasiswaan. Cangkrukan yang digelar di salah satu hotel di Jalan Soekerno-Hatta itu dihadiri sekitar 100 mahasiswa.

Para mahasiswa tersebut merupakan perwakilan dari seluruh BEM dan organisasi kemahasiswaan yang ada di Jombang. Seperti HMI, GMNI, PMII dan KAHMI.

Tak sekadar ngopi, cangkrukan ini juga diwarnai diskusi hangat antara Kapolres Jombang dengan para mahasiswa. Diskusi membahas banyak hal. Mulai dari problematika sosial, politik, potret pendidikan, hingga dampak penyebaran hoax dan hate speech di media sosial terhadap keamanan Pemilu 2019.

Kapolres Jombang AKBP Fadly Widiyanto mengatakan, melalui diskusi santai ini pihaknya ingin para mahasiswa menyampaikan aspirasi terkait berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat. Dia berharap, ke depan aspirasi itu disampaikan ke pemerintah dengan cara yang bijak.

“Sengaja kami memberikan kesempatan kepada para mahasiswa untuk menyampaikan terkait perkembangan situasi dan melihat kondisi saat ini. Masalah politik tentu akan melibatkan para generasi muda,” kata Fadly di lokasi acara, Selasa (2/10/2018) malam.

Pada diskusi ini, Fadly juga mengajak para mahasiswa untuk membantu Polri menjaga keamanan sepanjang tahapan Pileg dan Pilpres 2019 di Kabupaten Jombang. Salah satunya dengan ikut mencegah penyebaran hoax dan hate speech yang berpotensi menggaggu keamanan dan memecah belah persatuan bangsa Indonesia.

“Kami mengajak teman-teman mahasiswa untuk mewaspadai perang saling menjatuhkan di medsos terkait dengan Pilpres. Kami harapkan para mahasiswa tidak ikut saling menghujat di antara para pendukung calon presiden dan wakil presiden,” terangnya.

Ajakan Polres Jombang ini rupanya disambut baik para mahasiswa. Seperti yang dikatakan Herlinda, perwakilan BEM Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum. Dia sepakat untuk menyampaikan aspirasi ke pemerintah dengan cara yang baik.

“Mahasiswa dianggap sebagai salah satu penggerak aksi massa. Namun, menurut kami demo tidak akan menyelesaikan masalah sehingga lebih baik kita bahas permasalahan bangsa dengan diskusi,” ujarnya.

Perwakilan PMII Jombang Bongky juga sepakat untuk ikut menjaga keamanan tahapan Pemilu 2019. Dia mengajak seluruh mahasiswa di Jombang agar tak mudah terpengaruh hoax dan hate speech yang tersebar di media sosial.

“Kami berharap agar dibuat kampanye yang lebih santun, pelaksanaan Pemilu dibuat nyaman, aman dan damai. Juga jangan terpengaruh dengan berita-berita hoax yang belum tentu kebenaranya,” tandasnya.

%d blogger menyukai ini: