Info Sindo
Info Sindo
Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan Bersama Putra Putri Terbaik Atau Kacong Dan Cebbing. Minggu, 31 Maret 2019

Surabaya, Infosindo.com – Polda Jatim memiliki cara lain mengkampanyekan budaya patuh lalu lintas hingga bersama menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat. Salah satunya menggandeng putra putri terbaik di wilayah Madura atau Kacong dan Cebbhing.

Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan mengatakan pihaknya sengaja memilih generasi milenial untuk ikut mengakampanyekan kesadaran akan lalu lintas hingga kamtibmas. Selain itu, dengan menggandeng generasi milenial, diharapkan mampu membantu memerangi hoaks yang ramai terjadi di media sosial.

“Terkait Kacong Cebbhing sudah kami adakan pemilihan dan kami mengangkat budaya Pulau Madura yang mana kami mencoba mengangkat dari milenial,” kata Luki di kediamannya di Surabaya, Minggu (31/3/2019).

Luki mengatakan dalam dua hari ini, sejak Sabtu (30/3) pihaknya telah mengajak para kacong dan cebbhing berkeliling di Surabaya. Hal ini untuk memberikan pemahaman kepada para finalis untuk terus mengkampanyekan lalu lintas.

“Kita ajak car free day, karena nantinya mereka akan dijadikan duta kamtibmas. Nantinya mereka akan membantu polri khususnya pada kaum milenial di wilayah Madura,” lanjut Luki.

Info Sindo
Info Sindo
Minggu, 31 Maret 2019

Sementara istri Wakil Gubernur Jatim Arumi Emil Dardak mengapresiasi hal ini. Pasalnya, selain mengkampanyekan lalu lintas, pendidikan karakter yang didapat dari ajang ini diharap mampu mempertahankan seni budaya.

Selain itu, saat menggandeng remaja, Arumi menilai hal ini akan lebih mudah karena bisa diikuti dan mengajak remaja sebaya lainnya.

“Kacong cebbhing yang diinisiasi oleh Polda Jatim ini luar biasa. Benar sekali jika pendidikan karakter bisa mempertahankan seni budaya. Mengapa kacong dan cebbhing sangat strategis karena mereka ini anak muda dan akan dilihat oleh remaja seusianya,” ucap Arumi.

Tak hanya itu, dengan menggandeng generasi milenial, Arumi berharap mampu memfilter budaya luar yang masuk. Namun tetap dengan mempertahankan budaya di Indonesia, khususnya Jatim.

“Jadi yang milenial ini kan sudah berteknologi banget hidupnya. Sudah budaya dari luar bisa kita hentikan, karena bagaimana lagi, dengan berkembangnya teknologi semakin tidak ada batasan. Tapi budaya kita tidak boleh hilang,” harap Arumi.