Info Sindo
Info Sindo
Bupati Tuban H. Fathul Huda Seusai Apel Didampingi Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono Di Alun-Alun Tubam

Tuban, Infosindo.com – Bupati Tuban, Fathul Huda mengaku, belum mendapat laporan terkait lanjutan dugaan kasus korupsi Kepala Puskesmas Widang, Shinta Puspita Sari (45).

“Saya belum mengikuti perkembangannya, belum dapat laporan apakah sudah di non-aktifkan atau belum,” kata Fathul Huda, Rabu (3/4/2019).

Kepala Puskesmas Widang, Shinta Puspita Sari, sebelumnya terjaring OTT pungutan liar pemotongan jasa pelayanan.

Shinta Puspita Sari diduga melakukan pemotongan jasa pelayanan terhadap pegawai Puskesmas Widang.

Fathul Huda mengatakan, sudah putusan tetap dan hukuman di atas lima tahun maka Shinta Puspita Sari akan dipecat.

Bahkan, Fathul Huda juga menyerahkan kasus itu sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

Dengan adanya kejadian ini, dia juga meminta agar kasus dijadikan pelajaran bagi semua.

“Kita ikuti proses hukum yang berlaku, soal perkembangannya belum tahu apa sudah non aktif atau belum,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Dirreskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan mengatakan,Shinta Puspita Sari diduga melakukan korupsi uang Rp 171 juta hasil pemotongan honor jasa pelayanan.

Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan menyatakan, tersangka memotong dana Jaspel dari 30 karyawan dan staf yang bekerja di Puskesmas Widang.

Seluruh karyawan dikenakan potongan dari dana Jaspel yang dibayarkan ke bendahara puskesmas.

“Tersangka melakukan korupsi pemotongan dana Jaspel selama empat bulan. Pemotongan dana Jaspel bervariatif mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 1 juta,” bebernya saat rilis.

Ditambahkannya, uang hasil pemotongan dana Jaspel yang dikumpulkan melalui bendahara Puskesmas lalu disetorkan ke rekening penampungan yang dibuka oleh Staf TU sesuai perintah tersangka.

“Tersangka menerima keuntungan 40 persen dari hasil pemotongan Jaspel tersebut, sedangkan 60 persen dibagi pihak tertentu,” pungkasnya.