Keracunan Massal Di Nganjuk, Pemilik Hajat Dan Juru Masak Diperiksa

Info Sindo
Info Sindo

Nganjuk, Infosindo.com – Terkait insiden keracunan massal yang menimpa warga Desa/Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk seusai hajatan akikah, polisi telah memeriksa pemilik hajat yang telah membagikan 150 nasi kotak yang diduga memicu keracunan tersebut.

“Kita sudah periksa pemilik hajat akikah pasangan suami istri. Mereka niatnya baik, ingin bersodaqoh dan tidak ada unsur kesengajaan,” terang Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta awak media, Senin (10/12/2018).

Menurut Dewa, pemeriksaan yang dilakukan terhadap pasangan Nurokhim (35) dan Sri Handayani (27) selaku pemilik hajat kata Dewa dilakukan secara langsung di rumahnya Dusun Sumberbendo. Materi pemeriksaan juga masih seputar cara memasak, bumbu serta bahan yang digunakan untuk mengolah masakan tersebut.

“Kita mintai keterangan kronologis mulai awal penyembelihan dua kambing jawa hingga dimasak. Kemudian semua bahan sayur dan bumbu juga kita tanyakan, seperti apa memasak dagingnya,” tandasnya.

Diungkapkan Dewa, pemilik hajat menyembelih dua ekor kambing jawa pada hari Rabu (5/12) silam. Daging kedua kambing itu lantas dimasak oleh juru masak yang rata-rata adalah tetangga pemilik hajat sendiri.

“Selain pemilik hajat kita juga memeriksa juru masak. Total saksi ada empat sudah kita mintai keterangan,” tuturnya.

Oleh para juru masak, daging-daging tersebut diolah menjadi krengseng dengan bumbu kunyit, jahe, kencur, daun jeruk, merica, ketumbar, garam, micin, penyedap rasa, kecap, bawang merah dan putih serta kemiri. Kemudian pada hari Kamis (6/12), juru masak menyiapkan nasi dan sayur daun pepaya lalu dibagikan kepada para tetangga pemilik hajat.

Diberitakan sebelumnya, pada Kamis (6/12) lalu, 150 nasi kotak diantarkan pemilik hajatan saat acara akikah anaknya ke rumah tetangga di Dusun Sumberbendo.

Namun pada malam hari sekitar pukul 22.00 WIB, beberapa warga mulai merasakan mual dan muntah. Korban keracunan dari berbagai usia, mulai anak-anak, orang dewasa hingga lansia. 

Tercatat 156 orang menjadi korban keracunan, namun data terbaru menyebut tinggal 76 orang yang masih menjalani opname di rumah sakit maupun puskesmas.

%d blogger menyukai ini: