Menyimak Testimoni Mantan Aktivis HTI Jember Di Hadapan Para Tokoh Agama

INFO SINDO
INFO SINDO : Mantan Aktivis HTI Jember, Sobar Fatih. Selasa, 30/10/2018

JEMBER, Infosindo.com – Tokoh masyarakat dan tokoh agama di Jembermendeklarasikan diri melawan hoak di tahun politik 2019. Deklarasi dan pernyataan sikap ini disuarakan usai acara Focus Group Discussion (FGD) antara Kapolres Jember dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat di Jember, Selasa (30/10/2018).

Pembacaan deklarasi dilakukan oleh Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB)Jember H Abdul Muis. Tema FGD itu adalah ‘Peran Tokoh Agama Melawan Hoax di Tahun Politik’.

Isi dari deklarasi dan pernyatan sikap itu adalah, pertama, menolak penyebaran hoax dan ujaran kebencian karena akan merusak persatuan dan kesatuan bangsa; kedua, membiasakan klarifikasi atau tabayyun terhadap setiap informasi yang diterima terutama menyangkut masalah kebangsaan; ketiga, NKRI sudah final dan menolak berkembangnya paham HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) yang bertentangan dengan Pancasila.

FGD itu juga dihadiri oleh sejumlah eks anggotaHTI yang ada di Jember.

“Hari ini kami melakukan FGD bekerjasama dengan FKUB dan para tokoh agama, termasuk juga dengan eks aktivis HTI. Diskusi oleh tokoh lintas agama yang dilanjutkan dengan deklarasi ini sebagai wujud upaya awal menjaga NKRI, menjaga kondusifitas wilayah, untuk saling menghormati antar umat beragama, antar suku,” tegas Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo.

Pelibatan eks aktivis HTI, lanjut Kusworo, supaya mereka memberikan pemahaman bagaimana alur perekrutan anggota organisasi tersebut, dan bagaimana mewaspadainya.

“Jadi kita paham bagaimana penyebarannya paham itu, dan bisa menindaklanjutinya supayaHTI tidak tumbuh di Jember, dan di Indonesia,” imbuhnya.

Sedangkan Ketua FKUB Jember Abdul Muis menambahkan testimoni dari eks aktivis HTI di hadapan tokoh lintas agama di Jember itu diharapkan bisa memberi pemahaman tentang konsep sistem kenegaraannya bertentangan dengan nilai Pancasila.

“Dan supaya pihak di luar Islam juga paham kalau mereka bukan kelompok mayoritas di Indonesia, karena di kalangan teman-teman non Muslim ada kekhawatiran bagaimana jika kelompok itu menguasai dan mengganti ideologi Indonesia,” ujar Muis.

Sementara itu eks aktivis HTI, Sobar Fatih menegaskan kepada semua kalangan supaya tidak terpengaruh dengan informasi tidak benar (hoax) berbau agama. Ia mengingatkan hoax terbungkus agama yang digunakan untuk kepentingan politik.

Di hadapan peserta FGD itu, Sobar menceritakan sejumlah informasi tidak benar dalam propaganda yang dilakukan oleh gerakan Hizbut Tahrir di Suriah.

“Semuanya dibungkus dalam hoax berbau agama, dengan simbol agama yang buntutnya untuk kepentingan politik tertentu,” tegas Sobar.

Ia juga mengingatkan kepada masyarakat awam di Indonesia supaya mewaspadai informasi hoax terbungkus agama itu.

“Saya menolak informasi hoax yang terbungkus agama itu, dan masyarakat harus mewaspadainya. Kalau menerima informasi yang terindikasi hox namun terbungkus agama seperti simbol agama sebaiknya klarifikasi terlebih dahulu atau tabayyun. Dan ketiga, saya tegaskan kalau saya mendukung Pancasila,” pungkas Sobar.

%d blogger menyukai ini: