Pembunuhan Istri Siri Gegerkan Warga Taman Sidoarjo

INFO SINDO
INFO SINDO : Kapolresta Sidoarjo AKBP Zain Dwi Nugroho Saat Berada Di TKP

SIDOARJO, Infosindo.com – Satreskrim Polresta Sidoarjo mengungkap kasus penganiayaan yang menyebabkan kematian di sebuah rumah kos di Desa Kedungturi Dusun Medaeng tengah Rt 8 Rw 4 Kecamatan Taman Kab. Sidoarjo, Selasa (13/11/2018).
Kapolresta Sidoarjo, AKBP. Zain Dwi Nugroho mengatakan insiden pembunuhan terjadi pada Selasa, 13 November 2018 pada pukul 05.30 Wib. Pembunuhan itu menimpa korbannya, Junisa (43), warga Jl Nyi Cempo Timur Rt.08 Rw 04 Desa Kedungturi Kec. Taman. Pembunuhan diduga dilakukan oleh Sugiyono (47) warga Bangun asri Rt.03 Rw 02 Kec. Barat Magetan yang tidak lain adalah suami siri korban.
“Setelah mendapat laporan, petugas langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah TKP,” ujar AKBP Zain Dwi Nugroho saat di Mapolres Sidoarjo.
Dari hasil olah TKP, lanjutnya, petugas menemukan beberapa barang bukti yakni sebuah martil dengan gagang kayu dan beberapa baju milik korban. Korban mengalami luka dibagian kepala hingga bercucuran darah.
“Dalam waktu dua jam, pelaku berhasil kita amankan. Tersangka merupakan suami Siri korban. Diduga, terjadi pertengkaran sebelumnya hingga menyebabkan korbannya meninggal dunia,” jelasnya.
Sebelum kejadian pembunuhan antara pelaku dan korban terlibat pertengkaran yang dipicu karena cemburu.
“Menurut tetangganya pasangan siri ini sering sekali terlibat pertengkaran”ujar Kapolresta.
Dalam pertengkaran itulah lanjutnya, korban menendang bagian kemaluan pelaku, merasa kesakitan pelakupun menjadi kalap. Dan seketika itulah pelaku mengambil martil dan memukulkannya ke kepala korban hingga tersungkur.
“Korban mengalami luka dibagian kepala dan akibat hantaman martil tersebut korban meninggal dunia seketika di tempat kejadian, “ungkapnya.
Berdasarkan keterangan tetangga korban, lanjut Kapolresta, mereka berdua sudah tinggal bersama sejak tiga bulan ini dan sering terlibat cekcok. Meski demikian, polisi masih menelusuri lebih lanjut terkait insiden tersebut.
“Dimungkinkan masalah asmara. Tapi kami masih kembangkan lagi,” tegasnya.

Kesaksian Warga
Menurut warga yang juga tetangga, Sugiyono dan Junisa memang sudah menikah, tetapi menikah secara siri. Warga tidak tahu berapa lama mereka sudah menikah, tetapi mereka sudah kos selama enam bulan.
Saat dinikahi Sugiyono, Junisa merupakan seorang janda dengan dua anak. Anak pertama duduk di bangku TK dan anak kedua berumur dua tahun.
Untuk menghidupi diri, setiap hari Junisa berjualan gorengan. Sementara Sugiyono diketahui masih menganggur. Warga menyebut pasutri ini kurang harmonis dalam rumah tangganya.
“Hampir setiap hari pasangan suami istri ini selalu perang mulut alias cekcok,” kata Ariani (50), tetangga kos di lokasi kejadian, Selasa (13/11/2018).
Ariani mengatakan Junisa pernah cerita ke warga sesama penghuni kos, bahwa awal perang mulut tersebut hanya persoalan sepele, kesalahan kecil kemudian dibuat alasan untuk marah.
“Saat suaminya datang tenggah malam, penghuni kos di sini sering mendengar cekcok mereka,” tambah Ariani.
Penuturan sama juga disampaikan tetangga kos yang lain, Sahfril (27). Sahfril mengaku pasutri ini sering cekcok hampir setiap malam.”Tetangga ini sampai malu kalau akan lewat depan pintunya, takut dikira menguping,” kata Sahfril.
“Kalau lagi cekcok sebenarnya kasihan anak-anaknya, seperti pada saat kejadian tadi pagi diawali juga dengan cecok duluan, setelah mendengar ada benda jatuh, tidak terdengar suara cekcok, ternyata ada korban meninggal dunia,” kata Sahfril.
Korban meninggal sudah dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Polda Jatim, sedangkan pelaku sudah diamankan di Mapolsek Taman untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
Akibat perbuatannya, tersangka terancam pasal 338 KUHP dan 351 ayat 3 tentang penganiayaan yang menyebabkan orang lain meninggal dunia. (Mursalin)

%d blogger menyukai ini: