Info Sindo
Info Sindo

Tuban, Infosindo.com – Angka pengangguran di Kabupaten Tuban, Jawa Timur di awal 2019 sudah di bawah nasional yaitu 3,03 %. Berdirinya Kilang Minyak di Kecamatan Jenu, diyakini akan menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), sesuai batas limit ideal di setiap negara yang dibuat oleh organisasi buruh dunia Internasional Labour Organization (ILO) sebanyak tiga persen.

“Pengganguran kita sudah 3,03% artinya di bawah nasional,” ujar Bupati Tuban, Fathul Huda kepada awak media, Jumat (15/3/2019).

Bappenas sendiri menargetkan TPT pada tahun 2019 dapat kembali turun, jadi 5,2 persen. Sepanjang 2018 pemerintah telah menghadirkan 2,98 juta lapangan kerja di berbagai wilayah Indonesia, sehingga TPT turun menjadi 5,34 pada Agustus 2018.

Kendati demikian, Bupati dua periode itu belum puas karena banyak temuan di lapangan soal kompetisi mencari kerja. Pengangguran masih memusingkan Pemkab. Semisal kebutuhannya hanya 10 orang untuk satpam gajinya 10 juta, tapi yang daftar 400 orang.

“Kondisi ini sangat memprihatinkan,” terang pemilik tambang Batubara dan Emas di Kalimantan.

Kilang harus dibangun Tuban, meski dirinya makan cacian. Itulah konsekuensi sebagai pemimpin yang ingin memperbaiki Bumi Wali pastinya mendapat tantangan. Orang baik tak cukup, tapi kita harus bisa memperbaiki.

Pemkab Tuban sangat ingin menyejahterakan masyarakat berdasarkan proyek. Pasti ada yang merasa terusik. Ada dua cara meningkatkan ekonomi di Bumi Wali, yaitu memperbanyak investor dan ekspor. Berhubung tidak ada komoditi yang bisa diekspor, maka Tuban harus membuka pintu investasi.

Tokoh NU ini juga berpesan kepada 76 peserta pelatihan. Setelah ini harus menjadi ujung tombak menyampaikan ke masyarakat. Investor adalah kunci menyejahterakan masyarakat. Peserta yang sudah dilatih harus bisa menunjukkan kesejahteraannya ke masyarakat. Disinilah yang kita cita-citakan Tuban jadi kota maju, dan sejahtera.

“Dengan masuknya GRR ini Tuban harus jadi kota Industri nomor satu se-Indonesia,” jelasnya.

Kepala Dinas Penanaman Modal, Perijinan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (PM PTSP dan Naker) Tuban, Tajuddin Tebyo, membenarkan TPT Tuban masih 3,03%. Realitas tersebut menjadi bukti, jika di Bumi Wali masih menyimpan masalah ketenagakerjaan.

“Pengangguran terbuka 3,03 persen atau 18.296 orang tersebut dari 603.039 jiwa angkatan kerja,” tutupnya.