Polres Mojokerto Gelar Rekonstruksi Bayi Ditaruh Di Jok Motor

Info Sindo

Mojokerto, Infosindo.com – Pihak kepolisian Polres Mojokerto gelar rekonstruksi kasus yang menjerat DSL (21) warga Cagak Agung, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik dan CcR (21) warga Gunung Sari, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, lantaran melakukan aborsi, Selasa (28/8/2018).
Tak hanya itu saja, setelah melakukan aborsi Dsl dan Ccr menaruh bayi itu ke dalam jok sepeda motor Yamaha N-Max merah nopol W 3192 AT.
Rekonstruksi digelar di tempat kejadian perkara Villa Sapto, Desa Padusan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.
Dalam rekonstruksi kedua tersangka memperagakan mulai dari kedatangan hingga meninggalkan villa. Totalnya ada 17 adegan.

• Bahas Rasa Kecewa, Hilda Vitria Tiba-Tiba Hapus Foto dan Video Billy Syahputra, Putus?
Rekonstruksi dimulai sekira pukul 09.00. Dsl dan Ccr datang dengan kondisi kedua tangan diborgol dan mengenakan baju tahanan jingga tua.
Mereka langsung digiring ke tempat kejadian perkara (TKP) kamar orchid yang berada di lantai II Villa Sapto.
Ketika digelandang mereka menundukkan kepala dan menutupi wajahnya dengan kedua tangan.
AKP Muhammad Sholikin Feri Kasat Reskrim Polres Mojokerto, mengatakan saat ini pihak kepolisian Polres Mojokerto menggelar rekonstruksi untuk memperjelas perkara.
“Adapun masuk dan tujuan rekontruksi dilakukan untuk membuat terang perkara,” katanya seusai rekonstruksi.
Ferry melanjutkan, kedua tersangka memperagakan cara-cara pelaku dalam melakukan kejahatan aborsi yang membuat seorang bayi laki-laki tewas di dalam jok setelah melakukan perjalanan kurang lebih 20 menit menuju Puskesmas Gayaman.
• Indonesia Boyong 2 Medali Emas, Berikut Hasil Lengkap Final Bulu Tangkis Asian Games 2018
Bayi laki-laki itu hasil hubungan gelap yang dilakukan Ccr dan DSL. CCr dan Dsl sering memadu kasih di sebuah Villa.
“Satu persatu adegan diperagakan, Mulai dari pelaku datang ke villa, minum obat, bayi lahir dan membawa bayi ke dalam jok. Ada 17 adegan dalam rekobtruksi tersebut. Ketika lahir Posisi bayi dalam keadaan hidup, kemudian dibawa ke Puskesmas Gayaman. Saat di Pukesmas Gayaman kondisi bayi masih hidup,” tukasnya. Selasa, 28 Agustus 2018

%d blogger menyukai ini: