Info Sindo
Info Sindo
Truk Tronton Yang Mengangkut 20 Ton Pupuk Bersubsidi NPK Ponska, Yang Akan Dijual Ke Kendal, Saat Ini Diamankan Polres Tegal.

SLAWI, Infosindo.com – Satuan Reserse dan Kriminal Polres Tegal membongkar penjualan pupuk bersubsidi ke luar daerah. Pelaku Ani Yuli Yanah (38) warga Desa Pesarean, Kecamatan Adiwerna,Kabupaten Tegal merupakan pengecer pupuk bersubsidi dan memiliki toko pertanian di Desa Kalialang Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes.

Pupuk bersubsidi jenis NPK (Ponska) 20 ton yang diterima dari distributor, yang seharusnya disalurkan untuk petani di tiga desa yakni Desa Kalialang, Desa Kalipucang dan Desa Tembelang, Kecamatan Jatibaran, justru dijual Ani kepada seseorang yang disebutnya bernama Widi di wilayah Kendal.

Pupuk Ponska yang memiliki harga eceran tertinggi (HET) sesuai ketentuan pemerintah Rp 2.300 per kilogram atau Rp 115.000 per zak, dijual Ani Rp 120.000 per zak, atau lebih tinggi  Rp 5.000 per zak.

Kapolres Tegal AKBP Dwi Agus Prianto menyebutkan, pengungkapan kasus tersebut dilakukan Selasa (4/12). Saat itu, pupuk baru dipindahkan dari toko milik Ani di Desa Kalialang  ke sebuah gudang di Desa  Lemahduwur, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal.

Sebanyak 400 zak pupuk Ponska masing-masing seberat 50 kilogram dimuat dalam truk tronton Hino B-9489-UO yang disewa Ani , dan ditutupi dengan menggunakan terpal siap dikirimkan kepada pembeli.

Sekitar pukul 16.00 dilakukan penggerebekan oleh tim Resmob Polres Tegal. Sopir dan kernet truk tidak dapat menunjukkan dokumen dari pupuk bersubsidi tersebut.

‘’Tersangka telah melakukan penyalahgunaan distribusi pupuk bersubsidi,’’ jelas Kapolres Tegal AKBP Dwi Agus Prianto saat konferensi pers di Mapolres Tegal, Jumat (7/12).

‘’Pupuk salah satu komoditas yang dibutuhkan rakyat. Ketika ketersediaannya di pasar terganggu tentu masyarakat akan kesulitan mendapatkannya,’’terang Dwi Agus.

Tersangka mengaku baru sekali ini melakukan penjualan pupuk bersubsdi kepada pihak lain. ‘’Kami akan melakukan pendalaman,  apakah  melibatkan distributor dan pihak-pihak lain,’’sebutnya.

Dwi Agus mengatakan, meski tersangka diancam hukuman 2 tahun, saat ini Polres Tegal tidak melakukan penahanan terhadap tersangka. Alasannya, tersangka masih menyusui anak.