Polres Tuban Grebek Rumah Yang Memproduksi Arak, Bupati Tuban Apresiasi Kinerja Polisi

Info Sindo

Tuban, Infosindo.com – Bupati Tuban, Fathul Huda, meminta pelaku produksi ataupun pengedar arak dihukum seberat-beratnya.

Hal itu disampaikan saat mendampingi Kapolres Tuban, AKBP Nanang Haryono menggerebek tempat produksi arak di Desa Ngepon, Kecamatan Jatirogo, Senin (1/10/2018), pagi.

“Kita meminta produsen dan pengedar arak dihukum semaksimal mungkin, hal itu untuk menimbulkan efek jera,” kata Bupati kepada Infosindo.com.

Dalam penggrebekan itu, setidaknya telah diamankan barang bukti 3 buah dandang stainless, 6 buah kompor, 67 buah drum biru berisi baceman (bahan baku arak) sebanyak 13.400 liter, 26 drum kosong.

Info Sindo

Selain itu, juga terdapat 36 buah LPG ukuran 3 kg, 6 buah selang regulator, 324 botol ukuran 1,5 liter atau berjumlah 486 liter arak siap edar, satu karung ragi, 26 bungkus fermipan, 648 buah botol kosong, dan 1 unit mobil L300 Nopol S 8316 HF.

Mantan ketua PC NU Tuban itupun mengapresiasi atas langkah yang dilakukan oleh tim macan Ronggolawe, yang berhasil mengendus keberadaan tempat produksi miras meski jauh dari kota. Terlebih tempatnya bekas kandang ayam.

“Penangkapan kali ini bernilai sangat tinggi, karena baru tiga bulan sudah bisa diungkap Polres Tuban, tanpa kecerdasan dan kejelian petugas maka operasi tidak akan berhasil,” ungkap Bupati dua periode tersebut kepada Infosindo.com.

Sementara itu, Kapolres Tuban, AKBP. Nanang Haryono menjelaskan, tak kurang 7 hari pabrik arak yang keberadaannya jauh dari kota berhasil diendus petugas.

Enam orang telah diamankan, di antaranya Apin Prasetyo (36), warga Kecamatan Semanding dan Hengky Kristiawan (35), warga Kecamatan Jatirogo, sebagai produsen atau pemodal.

Ada juga Sutrisno (43), Joko Ngadini (36), Febrianto (20), asal Kecamatan Semanding, yang bertugas membuat dan meracik arak.

Terakhir, Priyohadi Purnomo (27), warga Desa Ngepon, Jatirogo yang bertugas mendistribusikan arak.

“Para pelaku sudah kita amankan, dari pengembangan modal awal Rp 35 juta dari dua produsen. Arak diedarkan di Surabaya, Rembang dan daerah di Jawa tengah lainnya,” pungkasnya.

%d blogger menyukai ini: