Predator Pemerkosa 11 Anak, Pemerhati : Harus Diperiksa Kejiwaannya

INFO SINDO
INFO SINDO

Mojokerto, Infosindo.com – Pemerhati anak di Mojokerto meminta polisi untuk memeriksakan kondisi kejiwaan Muh Aris (20), karyawan bengkel las yang memerkosa 11 anak. Jika hanya diproses pidana, dikhawatirkan akan kembali jatuh korban saat pelaku bebas dari hukuman nanti.

Hal itu dikatakan tokoh Pemerhati Anak, Hamidah. Dia saat ini memimpin Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak (LP2A) Bina Anisa sekaligus menjadi Tim Hukum Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Mojokerto.

“Saya kira kalau korbannya sampai 11 anak, pastilah itu ada kelainan jiwa selalu ingin bermain seks dengan anak, atau pedofilia. Itu juga perlu disembuhkan,” kata Hamidah saat dihubungi awak media, Selasa (30/10/2018).

Oleh sebab itu, Hamidah meminta Polresta Mojokerto tak hanya memproses hukum Aris atas perbuatannya yang memerkosa 11 anak. Dia berharap polisi juga mendatangkan psikiater untuk memeriksa kondisi kejiwaan tersangka.

Pemeriksaan itu untuk memastikan Aris mengidap gangguan kejiwaan atau normal. Upaya ini, menurut dia, bakal mencegah Aris untuk mengulangi perbuatannya saat bebas dari hukuman nanti.

“Bukan berarti saya membela pelaku. Seandainya pelaku mengidap gangguan jiwa tak disembuhkan, ke depan akan banyak korban. Pemerintah melalui polisi yang melakukan penyidikan punya wewenang untuk memeriksakan ke psikiater. Kami sangat berharap itu dilakukan polisi,” terangnya.

Jika didiagnosa oleh psikater mengidap gangguan kejiwaan, lanjut Hamidah, maka menjadi tugas Dinas Sosial untuk membantu pengobatan pelaku di rumah sakit jiwa.

“Kalau pelaku terdeteksi mengidap ganguan jiwa, maka bebas dari pidana. Supaya tak ada anak lagi yang menjadi korban, maka orang ini harus disembuhkan,” ujarnya.

Tak hanya itu, tambah Hamidah, pihaknya bersama P2TP2A Mojokerto juga akan mendampingi para korban.

“Untuk pemulihan psikis anak dari dampak itu, harus disembuhkan melalui proses pemulihan. Kalau korban saya akan segera koordinasi dengan P2TP2A,” tegasnya.

Sementara Kapolresta Mojokerto AKBP Sigit Dany Setiyono berpendapat lain. Pihaknya fokus menuntaskan penyidikan terhadap kasus pemerkosaan anak yang dilakukan Aris.

“Jadi, tugas polisi adalah memastikan bahwa tersangka bisa dilakukan penyidikan dan dilimpahkan ke kejaksaan sampai dengan pengadilan. Nanti pengadilan yang akan menentukan kalau dibutuhkan pemeriksaan-pemeriksaan kejiwaan,” tandasnya.

%d blogger menyukai ini: