Sajikan Kopi Campur Minyak Kasturi, Jadi Modus Pelaku Pembunuhan Di Pasuruan

Info Sindo
Info Sindo
Kapolres Pasuruan AKBP Rizal Martomo (Tengah) Bersama Kasat Reskrim AKP Dewa (Kiri) Dan Kasubag Humas AKP Hardi (Kanan) Saat Merilis Pelaku Pembunuhan Menggunakan Kopi Kasturi

Pasuruan Kab., Infosindo.com -Kopi kasturi dipastikan menjadi penyebab meninggalnya satu orang dalam kasus dugaan pembunuhan di Pasuruan. Ini setelah Satreskrim Polres Pasuruan meringkus pelaku pembunuhan bermodus meracuni korbannya dengan kopi yang disajikan pada korban. Kopi yang diminum korban telah dicampuri dengan minyak kasturi.
Tersangka yang diamankan adalah Hendro Mawan Suryo Putro(37) warga Kelurahan Cangkringmalang, Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan. Sedangkan korbannya adalah Ari Putra Utama (22) warga Desa Banjarejo Kecamatan Taman Kota Madiun.
Dari tersangka, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya satu baju taqwa, satu tas selempang, satu pisau, satu tas gendong, sepeda motor vario dan satu handphone merk Samsung.
Kapolres Pasuruan, AKBP Rizal Martomo menjelaskan, korban ini ditemukan meninggal dunia Sabtu (17/11/2018) sekira pukul 17.00 WIB. Korban ditemukan tergeletak di sebuah warung kopi.

“Dari situ, kami kembangkan dan akhirnya kami berhasil mengamankan tersangka di tempat kosnya di Singosari, Malang, minggu kemarin,” kata Rizal, dalam press release, Senin (3/12/2018).
Dia menjelaskan, ungkap kasus ini berkat rekaman CCTV yang ada di dekat lokasi warung korban ditemukan meninggal dunia. Korban ditemukan tanpa sedikit pun barang berharga milliknya. Handphone , dompet dan sejenisnya hilang.
Dijelaskan dia, motif tersangka ini karena dia ingin menguasai barang – barang milik korban. Jadi, korban ini berkenalan dengan tersangka melalui media sosial (medsos) Facebook. Keduanya kenalan tidak lebih dari dua minggu.
“Dalam perkenalan itu, korban curhat kalau dirinya sedang membutuhkan banyak uang untuk membayar hutang. Nah tersangka berpura – pura bisa membantu menyelesaikan masalahnya. Tersangka mengaku dukun dan memiliki indra keenam,” urainya.
Mulai dari situ, lanjut Kapolres, tersangka menghubungi, korban. Nah, berjanji bertemu di Purwosari. Tersangka mengajak korban ke Makam Sunan Mbenjeng. Di sana, akan ada ritual untuk meminta barokah kepada leluhur agar dibukakan rejekinya.
“Selanjutnya, tersangka memulai ritual bersama korban. Banyak mantra yang dibacakan tersangka dan diikuti korban. Puncaknya, korban disuruh untuk memejamkan mata. Nah, selanjutnya tersangka mencampurkan kopi dengan minyak kasturi itu,” tambah dia.
Mantan Kapolres Pasuruan Kota ini menjelaskan, tak lama korban disuruh membuka mata dan meminum kopi campuran kasturi itu. Awalnya, biasa saja. Tersangka menutup acara ritual dan mengajak korban ke warung kopi.
“Saat di warung kopi, korban secara perlahan tak sadarkan diri. Disitu, korban mengambil barang – barang korban, hp dompet dan tasnya. Selanjutnya, ia melarikan diri dan meninggalkan korban begitu saja di warung kopi. Modusnya ya memang menguasai barang milik korban,” ucapnya.
Dari dalam pemeriksaan, Satreskrim berhasil mengembangkan kasus ini dan diketahui bahwa tersangka sudah terlibat dalam tiga kasus kejahatan sebelumnya.
“Modusnya sama. Meracuni kopi korbannya dengan minyak kasturi. Nah, tiga kasus sebelumnya di Gresik dan Lamongan, korbannya tidak meninggal dunia. Nah, yang di Pasuruan korbannya ini meninggal dunia,” tambah Rizal.
Ia menyebut, pihaknya akan mengembangkan kasus ini termasuk koordinasi dengan Polres Gresik dan Lamongan. “Barangkali masih ada kasus kejahatan lain yang belum terungkap juga makanya dituntaskan sekalian,” tutup Rizal. (Mursalin)

%d blogger menyukai ini: