Sampel Parfum Mainan Yang Diduga Mengandung Narkoba Di Mojokerto Kini Diteliti BPOM Surabaya

Info Sindo : Kapolres Mojokerto Kota AKBP Sigit Dany Setiyono Menunjukan Minan Berbentuk Pisang Yang Sebelumnya Diduga Mengandung Narkoba (10/10/2018)

MOJOKERTO, Infosindo.com – Sampel parfum mainan berbentuk pisang yang diduga mengandung narkoba, kini telah dibawa ke Balai BesarPengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Surabaya.

Kapolres Mojokerto Kota AKBP Sigit Dany Setiyono menuturkan kandungan parfum mainan  tersebut masih proses penelitian.

“Sampel sudah dibawa ke BPOM Surabaya. Hasilnya akan keluar seminggu kedepan,” katanya di Polres Mojokerto Kota, Kamis (11/10/2018).

Menurutnya hasil penelitian sementara tidak ditemukan kandungan narkoba dalam parfum mainan tersebut.

“Sementara tidak ada kandungan narkoba di dalam mainan parfum. Hasil pastinya menunggu BPOM,” lanjutnya.

Pihaknya mengaku belum mendapat keterangan dari penjualan parfum mainan karena belum tertangkap.

Siswa SMA 2 Kemantren membeli produk parfum mainan itu kepada seorang pedagang yang menjajakan dagangannya di depan sekolah.

“Pedagang belum dimintai keterangan karena belum tertangkap. pihak sekolah dan Babinsa Babinkamtibmas keesokan harinya menunggu di depan sekolah tetapi pedagang tidak berjualan,” terangnya.

Warga Mojokerto sempat heboh kabar temuan mainan sari buah diduga mengandung narkoba pada Selasa (9/10/2018).

Kabar temuan tersebut bahkan sempat viral di media sosial.  Minan sari buah yang dikemas mirip buah pisang itu, dibeli oleh seorang siswa SDN 2 Kemantren, Kota Mojokerto.

Seusai menikmati mainan sari buah dalam bentuk cair itu, tiba-tiba tubuhnya tergolek lemas. Mainan sari buah itu dibanderol Rp 2.000.

Namun, kabar itu dibantah pihak kepolisian. Sejumlah personel Satnarkoba Polres Mojokerto Kota dan Polsek Gedeg menyelidiki temuan mainan sari buah diduga mengandung narkobatersebut.

Hasil sementara penyelidikan, mainan sari buah tidak mengandung narkoba. Melainkan, ada kandungan zat lain yang disalahgunakan oleh siswa. Kemudian, hal itu dirasa cukup memengaruhi kesehatan siswa (lemas).

Sedang hasil identifikasi lain, membuktikan bahwa seorang siswa SDN Kemantren 2 tidak menyemprotkan parfum itu ke tubuh atau pakaian, tetapi menyemprotkan ke mulut.

“Terkait kabar adanya penemuan makanan atau minuman yang berindikasi adanya narkoba itu tidak benar. Jenis mainan baru berbentuk buah pisang yang didalamnya berisi cairan yang berbau harum seperti buah merupakan bentuk mainan parfum,’’ pungkas Kapolres. 

%d blogger menyukai ini: