Sempat Dicurigai Ketika Masuk Gereja, Pria Di Balikpapan Ternyata Ingin Sampaikan Tausiah Ke Jemaat

Info Sindo
Info Sindo

Balikpapan, Infosindo.com – M Ridwan (19), pria yang sempat dicurigai di gereja di Balikpapan, Kalimantan Timur, bukan teroris.

Dilansir dari awak media, pada Minggu (2/12/2018) sekitar pukul 08.00 Wita lalu, Ridwan masuk ke Gereja Katolik Santo Petrus dan Paulus Dahor, Balikpapan.

Menurut seorang umat, Ridwan duduk di belakang kelompok koor dengan gelagat mencurigakan.

Setelah khotbah Romo selesai, Ridwan menuju altar sambil membawa ransel dan langsung diamankan jemaat.

Tiga mobil Gegana dan petugas kepolisian langsung dikerahkan untuk memberikan pengamanan di lingkungan gereja.

Saat diperiksa, tas Ridwan berisi uang kertas, plastik 2 kg berisi uang koin, KK, buku rekening, dan pisau.

Siang harinya, sekitar pukul 11.00 Wita, seorang warga bernama Sawiyha, yang mengaku sebagai pekerja sosial, mengatakan bahwa Ridwan adalah warga Margomulyo dan pernah berobat ke RSJ.

Diberitakan Tribun Kaltim, Selasa (4/12/2018), menurut keterangan pihak Polres Balikpapan, Senin (3/12/2018), pelaku ternyata tak terlibat jaringan teoris mana pun.

Kesimpulan tersebut diungkap setelah dilakukan penyelidikan bersama Densus 88 terhadap Ridwan.

Sementara ini Ridwan dipersangkakan UU Darurat nomor 12 tahun 1951 atas kepemilikan senjata tajam.

Terkait motif, saat itu Ridwan rupanya ingin menyampaikan tausiah di mimbar di hadapan jemaat gereja.

“Beberapa hari sebelumnya, dia sempat berkhotbah di masjid kawasan Dahor. Sampai jemaah pulang, ia tetap khotbah. Sampai dia disuruh turun sama pengurus masjid. Ia ngotot ingin dakwah. Pada saat kejadian, ia ingin mendakwahkan tentang kebenaran Islam, itu tujuan dia,” kata Kasat Reskrim AKP Makhfud Hidayat, mewakili KapolresBalikpapan AKBP Wiwin Fitra.

Disebutkan, uang receh dalam tasnya juga berasal dari kotak infaq masjid di Dahor.

Dari pihak keluarga, dijelaskan bahwa Ridwan mengalami gangguan jiwa, tetapi memilih rawat jalan karena alasan kasihan.

“Saat itu sempat dirujuk ke rumah sakit jiwa, tapi karena keluarganya kasihan melihat dia ditempatkan satu kamar sama sembilan orang gila lainnya, pihak keluarga meminta untuk pelaku dipulangkan. Jadi hanya sempat satu malam saja di sana,” ungkap Makhfud.

Hingga kini Ridwan rawat jalan di Poli Jiwa RS Kanujoso Djatiwibowo (RSKD).
(Mursalin)

%d blogger menyukai ini: