Siswi SD Pamit Bermain Berahir Tewas Mengapung Di Sungai

Info Sindo

    
Mojokerto Kota, Infosindo.com – Elsa Marsiah (11) siswi kelas II SDN VI Metikan Kota Mojokerto meninggal dunia secara tidak wajar.

Jenazah anak perempuan itu ditemukan warga dalam kondisi terlentang mengapung di aliran sungai Balongcakring, Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto, Sabtu (14/7/2018) siang.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto Kota, AKP Suharyono menjelaskan dari keterangan pihak keluarga korban, satu hari sebelum kejadian ini pada Jumat (13/7/2018) sore sekira pukul 15.00 WIB, korban sempat pamit ke orang tuanya untuk bermain di sekitar rumahnya di Jalan Cakarayam, Desa Metikan, Kecamatan Prajuritkulon Kota Mojokerto.

“Namun setelah itu korban tidak kunjung pulang pihak keluarga korban sempat mencarinya tapi tidak kunjung ketemu,” ungkapnya.

Menurut dia, pihak keluarga mengetahui keberadaan anak bungsu dari tiga bersaudara itu saat anggota Polisi menginformasikan adanya penemuan mayat di aliran sungai yang teridentifikasi sebagai Elsa Marsiah (11).

Pihak Kepolisian Polres Mojokerto Kota belum dapat memastikan terkait motif kematian korban karena ditenggelam atau diduga menjadi korban pembunuhan.

“Terkait penyebab korban meninggal masih menunggu proses identifikasi hingga selesai,” ujarnya saat berbincang dengan SuryaMalangcom.

Masih kata Suharyono, dari identifikasi tidak ditemukan adanya luka di tubuh korban. Pihaknya menemukan ceceran darah di bibir korban.

“Ada luka seperti bengkak di mulut korban, tetapi belum bisa dipastikan hal itu dikarenakan benturan atau bekas terjatuh. Kami masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini,” jelasnya.

Sebelumnya, warga digegerkan dengan penemuan mayat anak perempuan yang mengapung di aliran sungai yang berada di kawasan Eks Lokalisasi Balung Cangkring Kota Mojokerto, Sabtu (14/7/2018) siang.

Jasad korban pertama kali ditemukan oleh anak-anak yang saat itu sedang bermain di sekitar lokasi kejadian. Ketika ditemukan korban dalam kondisi terlentang mengenakan kaos dan celana pendek warna cokelat.

Hingga saat ini anggota INAFIS Polres Mojokerto Kota masih melakukan proses identifikasi untuk menguak penyebab kematian korban.

%d blogger menyukai ini: