Tim Marong Ungkap Peracik Arak Asal Semanding

Info Sindo : Bupati Dan Kapolres Tuban Betkomitmen Memberantad Arak Di Wilayahnya Sampai Tuntas

Tuban, Infosindo.com – Bisnis arak di Desa Ngepon, Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, yang diungkap tim Macan Ronggolawe (Marong), ternyata racikan dari Sutrisno (43) asal Desa Kowang, dan Joko Ngadini  (36) dari Desa Gesing, dan Febrianto (20) asal Kelurahan Gedungombo, Semanding.

Di balik bisnis yang menggiurkan Minuman Keras (Miras), itu ada dua pemodal yang patungan yaitu, Apin Prasetyo alias Lekun (36) warga Kelurahan, Gedongombo, Kecamatan Semanding dan Hengky Kristiawan (35) asal Desa Wotsogo, Kecamatan Jatirogo.

“Ada tujuh orang yang diiamankan termasuk Priyohadi Putnomo (27) warga Desa Ngepon, Jatirogo yang bertugas sebagai distributor arak,” ujar Kapolres Tuban, AKBP Nanang Haryono, kepada Infosindo.com, Senin (1/10/2018).

Nanang biasa disapa, menjelaskan, penangkapan kali ini hasil dari penyelidikan oleh Polres Tuban kurang lebih selama tujuh hari. Hal ini berkat informasi dan kejelian dari personel Polres/Marong serta dukungan dari Pemkab Tuban.

Kapolres kelahiran Bojonegoro ini juga menyatakan, Polres Tuban tidak akan segan-segan dalam memberantas produksi dan peredaran miras. Disamping itu, akan intens melakukan operasi sampai keberadaan miras benar-benar hilang dari Bumi Wali Tuban (sebutan lain Tuban).

“Meski berada jauh dari pusat kota, jajaran Polres Tuban bersama stakeholder akan memberantas peredaran miras,” seru pria yang sebelumnya bertugas di Jawa Tengah ini.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kedua pemodal telah mengelontorkan uang sebesar Rp35 juta untuk produksi minuman haram itu. Jumlah modal tersebut belum termasuk pembelian bahan baku lainnya. Arak yang siap jual diedarkan ke Surabaya, Rembang, dan beberapa wilayah di Jawa Tengah.

Adapun barang bukti yang disita yaitu tiga buah dandang stanlees, enam buah kompor, 67 buah drum biru berisi baceman sebanyak 13.400 liter, 26 drum biru kosong, 36 buah LPG ukuran 3 kg, enam buah selang regulator, 27 dus (324 botol 1,5 liter/486 liter) arak siap jual, satu karung ragi, 26 bungkus fermipan, tujuh bungkus ragi tebu, sembilan bungkus tutup botol merah l, 648 buah botol kosong, satu unit mobil L 300 Nopol S 8316 HF.

Bupati Tuban, Fathul Huda yang turut hadir di lokasi penggrebekan, meminta pelaku produksi dan peredaran arak harus dihukum seberat-beratnya, dengan hukuman maksimal. 

Pernyataan ini untuk memberikan efek jera bagi pelaku.

Bupati dua periode di kabupaten dengan 20 kecamatan ini, mengapresiasi pada jajaran Polres Tuban dan tim Marong atas pengungkapan dan penangkapan produsen miras kali ini. Lebih dari itu, Bupati yang juga seorang Kiai juga menyoroti lokasi produksi miras kali ini bukan tempat yang lazim karena di luar area produksi miras yakni di bekas kandang ayam.

“Penangkapan kali ini bernilai sangat tinggi, karena baru tiga bulan sudah bisa diungkap Polres Tuban, tanpa kecerdasan dan kejelian petugas maka operasi tidak akan berhasil,” terang pengusaha batubara ini.

Mantan Ketua Tanfidz PC NU Tuban ini menegaskan, penangkapan kali ini juga menjadi pelajaran bagi masyarakat bahwa telah bersihnya produksi arak di wilayah Semanding bukan berarti produksi miras telah selesai. Hal ini harus dipahami bahwa produsen miras kini mencari daerah lain untuk dijadikan lokasi produksi.

Seluruh masyarakat diajak untuk mendukung sepenuhnya upaya Pemkab Tuban, bersama stakeholder dalam memberantas peredaran miras di Bumi Wali Tuban. Warga juga dihimbau untuk senantiasa jeli dan mengawasi lingkungan sekitarnya.

“Karena miras menjadi pintu masuk dari semua jenis kejahatan,” pungkas bapak dari empat anak ini.

%d blogger menyukai ini: