Program Makan Bergizi Gratis Diwarnai Ribuan Kasus Keracunan, BGN Siapkan Evaluasi Ketat
JAKARTA, Infosindo.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana buka suara terkait maraknya kasus keracunan makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia menegaskan penyebab utama insiden ini adalah kesalahan teknis saat proses memasak yang dilakukan terlalu dini, sehingga makanan tersimpan terlalu lama sebelum didistribusikan.
“Keterangan awal menunjukkan bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memasak terlalu awal sehingga masakan terlalu lama tersimpan,” ujar Dadan dalam keterangan resmi, Kamis (25/9/2025).
Dadan menginstruksikan seluruh dapur SPPG, khususnya yang baru beroperasi, untuk memperbaiki ritme memasak dan distribusi. Proses memasak hingga pengiriman tidak boleh melebihi empat jam.
“Kami minta mereka mulai memasak di atas pukul 01.30 agar jarak antara proses memasak dan pengiriman tidak lebih dari empat jam,” tegasnya.
Ia menambahkan, SPPG yang sudah lama beroperasi umumnya telah menemukan pola kerja efektif, sementara SPPG baru cenderung khawatir makanan tidak selesai tepat waktu sehingga memulai masak terlalu pagi. Sebagai solusi, Dadan meminta SPPG baru melayani sekolah secara bertahap.
“Kalau penerima manfaat misalnya 3.500 anak di 20 sekolah, awalnya layani dua sekolah dulu, lalu naik ke empat, kemudian ke 10 sekolah setelah pola distribusi dikuasai,” jelasnya.
Data BGN mencatat sejak Januari hingga 22 September 2025 terjadi 4.711 kasus keracunan MBG. Pulau Jawa menjadi wilayah dengan angka tertinggi, yakni 2.606 kasus, disusul wilayah I sebanyak 1.281 kasus, dan wilayah III sebanyak 824 kasus.
Meningkatnya kasus keracunan ini memicu desakan sejumlah pihak agar program MBG dievaluasi bahkan dihentikan sementara. (Wol)



