Genap Usia 60 Tahun, Alexander Wattimena Ungkap Rasa Syukur Menjelang Purna Tugas, Berikut Perjalanan Karirnya sebagai PNS
MANADO, Infosindo.com – Ucapan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus disampaikan Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Alexander Wattimena, yang hari ini, Kamis, 16 April 2026, genap berusia 60 tahun.

Alex sapaan akrabnya saat ini akan masuk masa purna tugas/pensiun sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) atau PNS sesuai Surat Keputusan (SK) terhitung pada 1 Mei 2026.

Banyak kesan serta kebanggaan dalam perjalanan karir sebagai PNS disampaikannya saat berbincang hangat dengan wartawan INFOSINDO.COM di ruang kerjanya, Kamis (16/4/2026).
Pejabat low profile kelahiran Poso, 16 April 1966 ini, menceritakan awalnya masuk sebagai PNS. Alex tertarik mengikuti seleksi PNS saat dibuka penerimaan pada tahun 1994.

“Saya berhasil mengikuti seleksi dan diterima menjadi PNS tahun 1994. Saat itu, era Gubernur Sulut Almarhum (Alm) pak Cornelis John (C.J) Rantung,” ucapnya.
Pada tahun 1996, masa pemerintahan Gubernur Sulut, Everts Ernest (E.E) Mangindaan, Alex mengikuti pendidikan dan pelatihan dasar Pra-jabatan (Prajab) sebagai PNS Provinsi Sulut.

Satu tahun kemudian, atau tahun 1997, Alex ditugaskan di Pemkot Bitung pada masa pemerintahan Wali Kota Alm. Sinyo Harry Sarundajang (SHS).
Ia pun dipercayakan menjabat Kepala Seksi (Kasie) Bina Marga di Dinas Pekerjaan Umum (PU).
Nah, saat itu kualitas dan kemampuannya mulai diuji. Alex ditunjuk sebagai pemimpin proyek (Pimpro) Proyek Pembangunan Prasarana Desa Tertinggal (P3DT).

Ada dua proyek strategis di Kota Bitung yang ditanganinya, yakni Pembangunan Dermaga Pulau Lembeh tahap I untuk kelurahan yang berada di wilayah Lembeh Utara, dan Dermaga Pulau Lembeh tahap II di wilayah Lembeh Selatan dan Batu Putih.
Masih dalam jabatan yang sama selang tahun 1999-2000, Alex menangani pekerjaan rintisan jalan lingkar Pulau Lembeh yang masuk proyek IPJK karena kapasitas Kasie Bina Marga.

Kemudian, pada tahun 2021-2023, pada masa pemerintahan Wali Kota Bitung Alm. Milton Kansil, Alex dimutasi ke Dinas Tata Kota Bitung dan menjabat sebagai Kasie Pertamanan.
Ia mendapat tugas untuk menuntaskan pembelian tanah pekuburan umum di dua lokasi, yakni di Kakenturan, Bitung Timur dan Tandeki, Bitung Utara. Alex juga dalam jabatan ini, sukses membangun Taman Kota yang tersebar di wilayah Kota Bitung.

Pada tahun 2003-2004, Alex dipercayakan menjabat Kasubdin Perkotaan Dinas Pekerjaan Umum dan Pemukiman Prasarana Wilayah (PU dan Kimprasil) Kota Bitung, sekaligus menyelesaikan studi di Pascasarjana Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) jurusan Manajemen Perkotaan.
Selanjutnya, pada 2004-2005, Alex mendapat amanah baru sebagai Kepala Bidang (Kabid) Amdal di Badan Lingkungan Hidup Daerah (Bapeldada) Kota Bitung.

Kemudian, pada tahun 2006, masa pemerintahan Wali Kota Bitung Alm. Hanny Sondakh, Alex dipromosi ke jabatan Eselon II setelah dipercayakan menjabat Kepala Dinas PU dan Kimprasil.
Capaian yang gemilang, karena hanya terhitung waktu 10 tahun sejak diangkat menjadi PNS, Alex sudah resmi sebagai pejabat eselon II.
Ada banyak pekerjaan strategis Pemkot Bitung yang dikerjakannya selama menjabat Kadis PU dan Kimprasil selama 2006-2010.

Beberapa diantaranya yakni Master Plan Drainase Kota Bitung yang dirancang untuk cegah banjir, pembangunan Rumah Susun Sewa (Rusunawa) satu tower di Wangurer, Kecamatan Madidir, dan Rusunawa dua tower di Manembo-Nembo, Kecamatan Matuari.
Selanjutnya, pembangunan Jembatan Alternatif Kemacetan di Girian Bawah, dan Rintisan dan Pengaspalan Jalan Lingkar Lembeh, bekerja sama dengan TMMD yang dulu disebut AMD atau ABRI Masuk Desa.

Pada tahun 2010-2012, Alex dipercayakan menjabat Asisten Administrasi Umum Setdakot Bitung.
Menjabat selama dua tahun, pada 2012-2013, Alex mendapat tugas baru sebagai Kepala Dinas Tata Ruang Kota Bitung.
Kemudian, pada tahun 2014, ia dimutasi dan menjabat Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kota Bitung.

Namun, di waktu yang sama itu, Alex ditunjuk wali kota untuk menjabat Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Tata Ruang Kota Bitung. Ada dua jabatan strategis yang diembannya di waktu yang sama.
Selama menjabat Kadis Tata Ruang Kota Bitung, ia menjalankan sejumlah tugas strategis yakni Penyusunan RTRW Kota Bitung yang pertama, Penertiban IMB Kota Bitung, dan ikut serta dalam penyelenggaraan Penyidik Pengawai Negeri Sipil (PPNS) Tata Ruang.

Begitu juga saat menjabat Kadis ESDM Bitung, Alex menjalankan banyak tugas strategis. Ia menjadi Inspektur Tambang yang tugasnya pengawasan sekaligus penindakan terhadap aktivitas perusahaan tambang di Bitung.
Alex juga dalam jabatan itu, ikut serta mendata Izin Usaha Pertambangan (IUP). Ia juga ikut mengawal distribusi tabung Gas LPG dalam program Konversi Kompor Minyak Tanah ke Gas LPG era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Pada tahun 2015-2017, Alex dipercayakan menjabat Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Ketahanan Pangan (Perhutpan) Kota Bitung.
Ada banyak program kerja yang dijalankannya selama menjalankan amanah sebagai Kadis Perhutpan.

Seperti pembangunan Irigasi Tudambok di wilayah Sagerat, membangun Rumah Potong Hewan, baik unggas, sapi, dan babi, penanaman Pajale (Padi, jagung, dan kedelai), membentuk Kelompok Tani (Poktan) untuk Pajale, dan kerja sama dengan TNI untuk membangun Irigasi pompa di Tanjung Merah dan Sagerat.
Ia menjabat Kadis Perhutpan hingga pemerintahan awal Wali Kota Bitung Maximiliaan Jonas Lomban di 2017.

Pada era Wali Kota Max Lomban ini, Alex membuat rencana Pariwisata Hutan dengan konsep Hutan Wisata di kawasan Tangkoko Batu Angus dan Batu Putih.
Ini merupakan upaya untuk merangsang jumlah kunjungan wisatawan baik lokal dan mancanegara ke Kota Bitung.
Ia juga ditugaskan untuk membuat perencanaan Embung dalam kawasan tersebut yang fungsinya minuman ternak, serta mengantisipasi jika terjadi kebakaran, namun tidak sempat terealisasi.

Selain itu, pembangunan Jalan Inspeksi Lingkar Cagar Alam yang dimana jalan ini hanya boleh dilintasi untuk kuda dan pejalan kaki.
Nah, masih pada tahun yang sama, Alex pindah tugas ke Pemprov Sulut di masa pemerintahan periode pertama Gubernur Sulut, Olly Dondokambey.
Alex dinilai punya kemampuan dan kualitas untuk memperkuat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sulut. Ia ditugaskan sebagai Kabid Sumber Daya Air (SDA) di dinas tersebut.

“Saya pindah tugas ke Pemprov Sulut. Itu masa pemerintahan periode pertama Pak Gubernur Olly Dondokambey. Saya menjabat Kabid SDA di Dinas PUPR Sulut,” ungkapnya.
Saat menjabat Kabid SDA, Alex menjalankan banyak program kerja baik rehabilitasi irigasi di 12 daerah irigasi di Sulut. Ia juga terlibat dalam Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA), serta mendorong peningkatan SDM untuk Juru Pintu Air.

Pada tahun 2018-2022, Gubernur Olly Dondokambey mempercayakannya sebagai Sekretaris Dinas PUPR Provinsi Sulut.
Hampir empat tahun menjabat, pada 2022-2023, Alex dipercayakan menjabat Kepala Dinas PUPR Provinsi Sulut.
Meski hanya terhitung singkat, namun banyak program pembangunan yang dijalankannya selama memimpin Dinas PUPR Sulut tersebut.

Seperti rehabilitasi saluran irigasi, peningkatan jalan provinsi sekaligus membuka jalan baru di kabupaten/kota, serta penanganan bencana jalan provinsi yang putus di daerah Likupang, Minahasa Utara (Minut).
Pada tahun 2023, Alex dimutasi dan dipercayakan menjabat Kepala Dinas Perkimtan Sulut hingga saat ini.
Ada banyak program kerja yang dilakukannya di Dinas Perkimtan Sulut. Beberapa diantaranya, yakni penanganan Prasarana Sarana Utilitas (PSU) Perumahan, Pembebasan lahan MORR III, pembebasan lahan Jalan Bandara-Likupang, dan pembebasan lahan untuk relokasi masyarakat yang menjadi korban bencana Gunung Ruang di Desa Modisi, Kabupaten Bolmong Selatan (Bolsel).

Selama menjabat Kadis Perkimtan Sulut, Alex melayani dua gubernur, yakni Gubernur Olly Dondokambey periode sebelumnya, dan Gubernur Sulut saat ini, Yulius Selvanus atau YSK.
Ia mengakui ada banyak hal positif yang didapat selama pengabdianya sebagai PNS. Terlebih dapat banyak pelajaran berharga terkait kepemimpinan dari para atasannya baik wali kota hingga gubernur.
Seperti sekarang di masa pemerintahan Gubernur Yulius Selvanus, Alex mengaku dirinya sebagai pejabat eselon II dituntut untuk kerja cepat dan tepat.

“Bapak Gubernur Yulius orangnya sangat baik, tetapi tegas dalam hal tugas dan pekerjaan. Kita harus kerja cepat dan terukur. Kita harus ada kepastian jangka waktu dalam penyelesaian pekerjaan,” ucapnya.
Lantas, bagaimana respons keluarga saat dirinya sering sibuk dalam menjalankan tanggung jawab tugas dan pekerjaan?
Alex mengaku bersyukur sang istri tercinta Reyneke Longdong, dan anak terkasih Cheren Kristenia Wattimena, selalu memberikan dukungan dan doa.

“Saya bersyukur, karena istri dan anak saya selalu mendukung dan menguatkan saya dalam menjalani tugas selama ini,” tuturnya.
Menutup perbincangannya, Alumni Pascasarjana Unsrat Manado ini mengatakan, dirinya kuat dan tetap tegar menjalani tugas sebagai abdi negara karena atas penyertaan Tuhan.
“Satu yang menjadi pegangan saya: ‘Percaya Tuhan dengan Segenap Hati’,” tandasnya. (Liu)




