Fitnah Tak Berdasar Menerpa CEP, Segudang Prestasi Selama 10 Tahun Pimpin Minsel Jadi Bukti
MANADO, Infosindo.com – Anggota DPR RI Komisi VI, Dr (HC) Christiany Eugenia Paruntu (CEP), diterpa tudingan melalui sebuah akun media sosial terkait kepemimpinannya selama dua periode di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel).
Namun, tudingan tersebut dinilai tidak sejalan dengan sejumlah capaian pembangunan yang tercatat selama CEP memimpin Minsel pada periode 2010 hingga 2021.
Dalam rentang waktu tersebut, sejumlah indikator pembangunan menunjukkan perubahan, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, penurunan angka kemiskinan, hingga perbaikan tata kelola keuangan daerah.
Salah satu catatan yang menonjol terlihat pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Minsel. Pada 2010, IPM berada di angka 66,11, kemudian meningkat menjadi 72,11 pada 2020.
Persentase penduduk miskin juga mengalami penurunan. Dari sekitar 10,74 persen pada awal masa kepemimpinan CEP, angka tersebut turun menjadi sekitar 9,14 persen pada 2020.
Di bidang tata kelola keuangan, perjalanan Minsel juga menunjukkan perubahan signifikan. Setelah sebelumnya memperoleh sejumlah opini BPK mulai TMP, TW hingga WDP, Pemkab Minsel akhirnya berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada 2016 dan mempertahankannya pada tahun-tahun berikutnya.
Perbaikan tata kelola tersebut berjalan seiring dengan pembangunan fisik di berbagai sektor. Pada masa pemerintahan CEP, sejumlah proyek strategis dibangun, di antaranya Boulevard Pantai Amurang, jembatan, jaringan irigasi, sarana air bersih dan sanitasi.
Pertanian, yang menjadi salah satu tulang punggung ekonomi Minsel, juga mendapat perhatian melalui program modernisasi. Pemerintah menyalurkan berbagai bantuan alat dan mesin pertanian, benih, pupuk hingga bibit tanaman untuk mendukung produktivitas petani.
Di bidang pendidikan, pemerintah mendorong bantuan operasional sekolah, rehabilitasi fasilitas pendidikan serta program beasiswa Cita Emaan Pande bagi mahasiswa. Sementara di sektor kesehatan, pembangunan dan penguatan fasilitas pelayanan terus dilakukan, termasuk peningkatan sarana RSUD dan puskesmas.
Pemberdayaan masyarakat desa pun menjadi bagian penting dalam agenda pembangunan. Pemerintah mencatat pembentukan BUMDes di 167 desa sebagai upaya memperkuat ekonomi dan kemandirian masyarakat di tingkat desa.
Menjelang akhir masa pemerintahannya, CEP juga mendorong penerapan digitalisasi birokrasi melalui sistem e-Kinerja untuk meningkatkan pengukuran dan disiplin kerja aparatur.
Dari sisi ekonomi, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Minsel atas dasar harga berlaku meningkat dari sekitar Rp6,08 triliun pada 2015 menjadi Rp8,78 triliun pada 2020. Meski pandemi COVID-19 memberikan tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi pada 2020, sejumlah indikator pembangunan manusia tetap menunjukkan tren positif.
Bagi CEP, keberhasilan pembangunan yang dicapai selama masa pemerintahannya bukanlah hasil kerja seorang pemimpin semata, melainkan buah kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
“Setiap rupiah uang rakyat yang kita gunakan untuk membangun Minsel 10 tahun itu harus dipertanggungjawabkan. Pemerintahan harus bersih, bermartabat dan bekerja untuk kepentingan masyarakat. Itu yang buat Minsel maju di zaman saya,” ujar CEP.
Rekam jejak satu dekade pemerintahan CEP pun menjadi bagian dari perjalanan pembangunan Minsel. Dari pembenahan pengelolaan keuangan hingga peningkatan IPM, dari pembangunan infrastruktur hingga penguatan sektor pertanian dan desa, berbagai indikator tersebut menjadi catatan yang menyertai masa kepemimpinannya.
Di tengah tudingan yang kini beredar, data dan capaian pembangunan selama dua periode kepemimpinan CEP menjadi gambaran tersendiri mengenai perjalanan Kabupaten Minahasa Selatan dalam satu dekade terakhir. (Riv)



