Minsel

Dari Pantai Kapitu Amurang, Bupati Franky Wongkar Canangkan Desa Ekowisata Berbasis Lingkungan

MINSEL, Infosindo.com – Hamparan biru Pantai Kapitu, Kecamatan Amurang Barat, menjadi saksi dimulainya babak baru pembangunan berbasis lingkungan di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Jumat (27/02/2026).

Bupati Franky Donny Wongkar, menghadiri laporan program sekaligus melakukan peletakan batu pertama pembangunan Desa Ekowisata Kapitu.

Momentum tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi penanda komitmen bersama membangun desa wisata yang bertumpu pada kelestarian alam dan pemberdayaan masyarakat pesisir. Di lokasi kegiatan, suasana penuh optimisme terasa ketika batu pertama diletakkan sebagai simbol dimulainya pembangunan fasilitas pendukung kawasan ekowisata.

Dalam sambutannya, Bupati Franky Wongkar menegaskan bahwa konsep ekowisata yang dikembangkan di Kapitu diarahkan untuk menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan.

“Kita ingin Kapitu menjadi contoh pengelolaan wisata berbasis komunitas yang berkelanjutan. Masyarakat harus menjadi pelaku utama sekaligus penerima manfaat,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Minsel menyampaikan apresiasi kepada PT Cargill Indonesia atas dukungan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Dukungan tersebut diwujudkan dalam rehabilitasi terumbu karang seluas 1.025 meter persegi, penanaman 2.000 mangrove di area pesisir kurang lebih 500 meter persegi, serta pengadaan sistem penjemputan sampah dan aksi bersih Pantai Kapitu.

Apresiasi juga diberikan kepada Pemerintah Jerman melalui Global Nature Fund yang turut mendukung pendanaan pembangunan fasilitas desa ekowisata. Peran aktif Manengkel Solidaritas pun mendapat sorotan, terutama dalam pendampingan masyarakat, bantuan alat kebersihan pantai, peralatan kerja bagi BUMDes dan pengelolaan mangrove, hingga penguatan fungsi Kelompok Masyarakat Pengawas Kapitu.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat GMIM Kalvari Kapitu, Pdt. Meygie Torar-Mundung, sebagai khadim, bersama jajaran pejabat Pemkab Minahasa Selatan, pimpinan PT Cargill Indonesia Amurang, unsur pemerintah kecamatan dan desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga perwakilan kelompok sadar wisata dan kelompok mangrove. Kehadiran wisatawan asal Jerman, Mister Werner, menambah warna internasional dalam kegiatan tersebut. (Don)

Related Articles

Back to top button