Likupang Memikat Dunia, 13 Delegasi Uni Eropa Datang Lihat Potensi Minahasa Utara
MINUT, Infosindo.com – Minahasa Utara (Minut) kembali mencuri perhatian dunia internasional. Kehadiran 13 duta besar dari negara-negara Uni Eropa di kawasan Likupang menjadi sinyal kuat bahwa daerah ini semakin diperhitungkan, bukan hanya sebagai destinasi wisata unggulan, tetapi juga sebagai mitra potensial dalam pengembangan investasi, konservasi laut, dan kerja sama internasional.
Bupati Minut, Joune Ganda, mengatakan antusiasme para diplomat tersebut jauh melampaui perkiraan awal. Semula kunjungan diprediksi hanya dihadiri dua hingga tiga duta besar, namun setelah mempelajari perkembangan dan berbagai capaian Minahasa Utara di kancah global, jumlah delegasi yang hadir meningkat menjadi perwakilan dari 13 negara Uni Eropa.
“Setelah mereka mencari informasi tentang Minahasa Utara dan melihat daerah ini aktif dalam berbagai forum internasional serta mencatat banyak prestasi, akhirnya mereka memutuskan datang langsung,” ujar Joune usai menerima rombongan di Casabaio Paradise Resort, Likupang, Rabu (15/7/2026).
Menurutnya, ketertarikan para diplomat tidak hanya tertuju pada potensi alam, tetapi juga citra Minahasa Utara sebagai daerah yang aman, nyaman, dan terbuka bagi kolaborasi internasional. Bahkan, salah seorang duta besar datang bersama keluarganya untuk menikmati keindahan alam Likupang.
“Mereka mengaku merasakan suasana yang tenang sejak tiba di Minahasa Utara. Kesan itu membuat mereka menilai daerah ini sangat layak menjadi tujuan wisata dunia,” katanya.
Dalam agenda kunjungan tersebut, para delegasi dijadwalkan meninjau Pulau Lihunu dan Pulau Gangga. Mereka akan melihat langsung kawasan konservasi laut, berdialog dengan masyarakat pesisir, serta melakukan snorkeling untuk mengamati kondisi terumbu karang yang menjadi kekayaan utama kawasan Coral Triangle.
Joune Ganda menjelaskan, posisi Minahasa Utara yang berada di kawasan Segitiga Terumbu Karang dunia menjadikan daerah ini memiliki nilai strategis dalam upaya pelestarian ekosistem laut. Potensi tersebut dinilai mampu berjalan beriringan dengan pengembangan pariwisata berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia juga mengungkapkan bahwa Uni Eropa memiliki pengalaman sukses menjalankan program konservasi laut di Maladewa selama bertahun-tahun. Program itu dinilai berhasil memulihkan ekosistem pesisir sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
“Harapannya, pengalaman tersebut dapat diterapkan di Minahasa Utara sehingga konservasi laut, sektor pariwisata, dan peningkatan ekonomi masyarakat dapat berkembang secara seimbang dan berkelanjutan,” tutup Joune Ganda. (Riv)



