Jangan Sembarangan Bersihkan Abu Vulkanik di Kabin Mobil, Ini Risikonya
JAKARTA, Infosindo.com – Paparan abu vulkanik tak hanya membuat bodi kendaraan kotor. Jika jumlahnya cukup banyak, partikel halus tersebut dapat menyusup hingga ke dalam kabin dan mengendap di berbagai bagian mobil.
Abu vulkanik bisa masuk melalui celah pintu, ventilasi pendingin udara, filter kabin, karpet, jok, dashboard, bagasi hingga ruang di bawah jok dan celah konsol.
CEO TOP COAT Indonesia Christopher Sebastian mengingatkan pemilik kendaraan agar tidak sembarangan membersihkan abu yang telah masuk ke interior.
Menurutnya, penggunaan blower justru berisiko membuat partikel abu kembali beterbangan dan masuk lebih jauh ke celah-celah kendaraan. Abu yang beterbangan juga berpotensi terhirup.
“Untuk kendaraan yang cukup banyak terpapar, sebaiknya jangan langsung meniup abu dengan blower,” ujar Christopher, Senin (7/9/2026).
Sebagai langkah awal, ia menyarankan penggunaan vacuum cleaner dengan sistem penyaringan berkemampuan tinggi. Cara ini dinilai lebih efektif untuk mengangkat abu tanpa membuatnya kembali menyebar di dalam kabin.
Setelah sebagian besar abu terangkat, permukaan interior dapat dibersihkan secara bertahap menggunakan metode yang sesuai dengan jenis materialnya.
Christopher juga mengingatkan pemilik mobil untuk memeriksa cabin air filter, terutama kendaraan yang berada di wilayah dengan paparan abu cukup berat. Filter sebaiknya diganti apabila kondisinya sudah terlalu kotor.
Jika abu telah masuk dalam jumlah besar hingga mencapai ventilasi AC, kisi-kisi dashboard, bawah jok, karpet, bagasi dan celah konsol, pembersihan lebih menyeluruh diperlukan.
“Kalau abu masuk cukup banyak, lakukan interior detailing, terutama kalau abu sudah masuk ke ventilasi AC dan kisi-kisi dashboard,” katanya.
Langkah tersebut penting untuk memastikan abu yang tersembunyi tidak kembali beterbangan ketika kendaraan digunakan. (Alv)



