MinutPolitik

Husen Tuahuns Nakhodai PAN Minut, “Destroyer” Siap Bangunkan Mesin Partai

MINUT, Infosindo.com — Setelah lama disebut “tertidur”, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Minahasa Utara (Minut) akhirnya memasuki babak baru. Husen Tuahuns, SH, resmi menakhodai PAN Minut periode 2026–2031 dengan satu misi besar yaitu mengembalikan marwah partai sebagai rumah perjuangan rakyat.

Pelantikan Husen dilakukan langsung oleh Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, yang saat ini juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Pangan dalam Kabinet Merah Putih.

Momentum tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Dewan Pimpinan Pusat (DPP) memberi legitimasi penuh terhadap kepemimpinan baru di Minut. Prosesi pengukuhan berlangsung dalam Musyawarah Daerah (Musda) DPW PAN ke-VI, Minggu (15/02/2026), di Tondano, Kabupaten Minahasa.

Turut hadir Ketua DPW PAN Sulawesi Utara Ashabul Kahfi, Sekretaris Wilayah PAN Sulut Harianto Hi. Ja’far, serta jajaran pengurus DPD PAN se-Sulawesi Utara.

Bagi kader PAN, nama Husen Tuahuns bukan figur baru. Ia dikenal dengan julukan “Destroyer”, label yang melekat sejak era awal kebangkitan PAN di Minut. Latar belakangnya sebagai aktivis 1998 membentuk karakter kepemimpinan yang lugas dan konfrontatif terhadap stagnasi politik.

“Aba”, sapaan akrabnya, menegaskan kepemimpinannya adalah gerakan back to basic, mengembalikan PAN ke khitah sebagai partai reformasi yang lahir dari rahim gerakan rakyat.

“PAN harus hadir dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Bukan hanya muncul saat pemilu, tapi menjadi tempat rakyat mengadu, berdiskusi, dan berjuang bersama,” tegas Husen.

Menariknya, Husen secara terbuka menyatakan PAN Minut tidak akan mengambil posisi sebagai oposisi daerah. Sebaliknya, ia menegaskan komitmen menjadi mitra strategis pemerintah.

“PAN hadir di Minahasa Utara bukan untuk bersaing dengan pemerintah, apalagi menghambat. Kami hadir untuk membantu, mengawal, dan memperkuat program-program pembangunan di bawah kepemimpinan Bupati Joune Ganda,” ujarnya.

Menurutnya, stabilitas politik jauh lebih penting dibanding ego sektoral partai. PAN, kata dia, akan fokus mendukung program-program yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat, mulai dari ekonomi kerakyatan, ketahanan pangan, UMKM, pendidikan, hingga kesejahteraan sosial.

Sebagai mantan anggota DPRD Minut dan DPRD Sulut, Husen dinilai memiliki pengalaman struktural dan jaringan akar rumput yang cukup untuk menggerakkan kembali mesin partai yang sempat melemah.

Salah satu tantangan utama adalah mengaktifkan kembali basis pemilih ideologis PAN yang dalam beberapa tahun terakhir dinilai pasif. Namun Husen optimistis.

“Banyak simpatisan PAN yang sebenarnya masih ada, hanya tertidur. Tugas kami adalah membangunkan kembali kesadaran politik mereka,” katanya.

Dukungan pun datang dari masyarakat. Hamdan Mardia, warga Likupang Timur, mengaku optimistis di bawah kepemimpinan Husen, PAN Minut akan lebih maju.

“PAN bakal lebih berkembang. Kami siap membesarkan partai jika dipercaya,” ujarnya.

Secara politik, terpilihnya Husen Tuahuns bukan sekadar pergantian ketua. Ini adalah momentum rekonstruksi identitas PAN di Minut. Sosok “Destroyer” membawa pesan simbolik bahwa PAN tidak ingin sekadar bertahan, tetapi kembali bertarung serius di arena politik lokal.

Dengan dukungan penuh dari DPP dan DPW, serta komitmen menjadi mitra rakyat sekaligus mitra pemerintah, periode 2026–2031 berpotensi menjadi fase kebangkitan nyata PAN di Minahasa Utara. (Riv)

Related Articles

Back to top button