Pemkab Minut Perkuat Desa Siaga TBC, Libatkan Masyaralat hingga Tenaga Kesehatan
MINUT, Infosindo.com – Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) terus memperkuat langkah pencegahan penyakit menular dengan mencanangkan Gerakan Bersama Penguatan Desa Siaga Tuberkulosis (TBC) di Balai Desa Lembean, Kecamatan Kauditan, Kamis (9/7/2026).
Program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintahan Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung dalam mempercepat upaya eliminasi tuberkulosis melalui pelibatan aktif pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat.
Mewakili Bupati Joune Ganda, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Robby Parengkuan, menegaskan bahwa keberhasilan mengendalikan TBC tidak hanya bergantung pada layanan kesehatan, tetapi juga kesadaran masyarakat untuk melakukan pencegahan sejak dini.
Menurutnya, pemerintah daerah terus mengedepankan pendekatan promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan, deteksi dini, serta pembiasaan pola hidup sehat di tengah masyarakat.
“Lebih baik mencegah daripada mengobati. Karena itu, penguatan Desa Siaga TBC harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, tenaga kesehatan, perangkat desa, hingga seluruh masyarakat. Dengan kepedulian bersama, penyebaran TBC dapat ditekan sedini mungkin,” ujar Robby.
Di sisi lain, Kepala Puskesmas Kauditan, dr. Theresia Tiow, menjelaskan bahwa Desa Siaga TBC dirancang untuk memperkuat upaya pencegahan melalui edukasi kesehatan, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), penemuan kasus secara aktif, hingga pendampingan pasien selama menjalani pengobatan.
Ia menambahkan, setiap kasus TBC yang ditemukan akan segera ditindaklanjuti dengan pengobatan serta skrining terhadap anggota keluarga atau kontak erat pasien guna mencegah penyebaran penyakit.
“Seluruh layanan, mulai dari pemeriksaan, skrining hingga pengobatan TBC, diberikan secara gratis di seluruh fasilitas kesehatan yang ada di Kabupaten Minahasa Utara,” jelas Tiow.
Melalui gerakan ini, Pemerintah Kabupaten Minut berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya tuberkulosis semakin meningkat, sehingga target eliminasi TBC dapat tercapai melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat. (Riv)



