Pidato Joune Ganda di Kongres UCLG Maroko, Toleransi Minahasa Utara Menggema di Panggung Dunia
MAROKO, Infosindo.com – Komitmen Kabupaten Minahasa Utara (Minut) dalam merawat perdamaian dan toleransi kembali mendapat pengakuan di panggung internasional.
Bupati Minut, Joune Ganda, tampil sebagai pembicara dalam UCLG Peace Prize yang menjadi bagian dari rangkaian UCLG World Congress 2026 di Tangier, Maroko, Kamis (25/6/2026).
Dalam forum yang mempertemukan para pemimpin daerah dari berbagai negara itu, Joune Ganda memaparkan pengalaman Minahasa Utara dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis di tengah keberagaman agama, suku, dan budaya.
Mengawali paparannya, Joune Ganda menyampaikan apresiasi kepada United Cities and Local Governments (UCLG) yang menyediakan ruang bagi pemerintah daerah di seluruh dunia untuk saling berbagi praktik terbaik dalam memperkuat perdamaian dan kohesi sosial.
Ia mengaku bangga karena Minahasa Utara dipercaya menjadi salah satu finalis UCLG Peace Prize 2026, sekaligus mewakili Indonesia dan kawasan Asia-Pasifik dalam ajang bergengsi tersebut.
“Merupakan kehormatan besar bagi Minahasa Utara untuk menjadi salah satu finalis UCLG Peace Prize. Kami bangga dapat mewakili bukan hanya Indonesia, tetapi juga kawasan Asia-Pasifik dalam inisiatif global yang mempromosikan perdamaian, toleransi, dan kohesi sosial,” ujar Joune Ganda.
Menurutnya, keberagaman yang dimiliki Minahasa Utara bukanlah tantangan, melainkan modal sosial yang menjadi kekuatan utama dalam membangun persatuan masyarakat.
“Keberagaman bagi kami bukan tantangan, melainkan kekuatan. Namun, perdamaian tidak hadir dengan sendirinya. Perdamaian membutuhkan komitmen, kolaborasi, dan investasi yang berkelanjutan dalam membangun kepercayaan,” katanya.
Joune Ganda menjelaskan, strategi Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dalam menjaga kerukunan bertumpu pada tiga pilar utama, yakni penguatan pendidikan dan moderasi beragama, dukungan terhadap komunitas keagamaan, serta membangun dialog yang berkesinambungan dengan seluruh pemangku kepentingan.
Ia menilai keterlibatan tokoh agama menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas sosial karena memiliki kedekatan dengan masyarakat dan mampu menjadi jembatan penyelesaian berbagai persoalan secara damai.
“Mereka adalah figur yang dipercaya masyarakat dan memahami kondisi di tingkat akar rumput. Karena itu, mereka memiliki peran penting dalam menjaga kerukunan dan menyelesaikan berbagai persoalan sosial secara damai,” jelasnya.
Lebih lanjut, Joune Ganda menegaskan bahwa komitmen pemerintah daerah tidak berhenti pada penyusunan kebijakan, tetapi diwujudkan melalui berbagai program yang memperkuat kehidupan sosial masyarakat.
Baginya, perdamaian merupakan fondasi utama bagi pembangunan daerah yang berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah, tokoh agama, masyarakat, perempuan, dan generasi muda menjadi kunci dalam menciptakan harmoni yang terus terjaga.
“Perdamaian bukan semata-mata agenda pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat,” tegasnya.
Di hadapan peserta forum internasional, Joune Ganda juga mengajak pemerintah daerah di berbagai negara untuk terus memperkuat dialog, membangun saling menghormati, serta memperluas kolaborasi dalam menghadapi tantangan global dan meningkatnya polarisasi sosial.
“Sebagai pemimpin daerah, kami memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa keberagaman menjadi sumber kekuatan, bukan sumber perpecahan,” ujarnya.
Menutup pemaparannya, Joune Ganda menyampaikan terima kasih kepada UCLG dan seluruh mitra internasional yang selama ini mendukung berbagai inisiatif pemerintah daerah dalam mempromosikan perdamaian.
Ia menegaskan Minahasa Utara akan terus memperkuat budaya toleransi, melindungi keberagaman, memberdayakan masyarakat, dan mewujudkan pembangunan yang inklusif, sehingga perdamaian dan kemajuan daerah dapat berjalan beriringan. (Riv)



