Gubernur Yulius Selvanus Pimpin Ziarah ke Makam Mantan Gubernur Sulut di TMP Kalibata

JAKARTA, Infosindo.com – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Yulius Selvanus, memimpin ziarah ke makam mantan Gubernur Sulut di TMP Kalibata, Jakarta, Jumat (18/9/2026).
Kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan Pemprov Sulut sebagai bentuk penghormatan dalam memperingati HUT Provinsi Sulut yang tahun ini berusia 62 tahun.
Gubernur Yulius turut didampingi Wakil Gubernur Victor Mailangkay. Hadir juga sejumlah pejabat Pemprov Sulut dan para perwira tinggi TNI/Polri asal Sulut.
Di tempat tersebut, Gubernur Yulius memberikan penghormatan dan menaburkan bunga di makam empat mantan Gubernur Sulut. Mereka adalah Arnold Achmad Baramuli (1960–1962), Frits Johannes Tumbelaka (1962–1965), Willy Ghayus Alexander Lasut (1978–1979), dan Gustaaf Hendrik Mantik (1980–1985).
Empat nama tersebut berada dalam lembar sejarah kepemimpinan Sulawesi Utara dengan masa pengabdian dan tantangan yang berbeda.
Bagi Pemprov Sulut, ziarah bukan sekadar agenda seremonial. Tradisi tersebut terus dijaga setiap menjelang peringatan hari jadi Provinsi Sulut sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu.
“Di sini ada empat yang dimakamkan di TMP Kalibata. Ini merupakan suatu tradisi untuk kami di Provinsi Sulut,” kata Yulius.
Menurutnya, ziarah dan tabur bunga menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Utara yang akan diperingati pada 23 September 2026.
“Hari ini kami melaksanakan tabur bunga di makam pahlawan, mantan gubernur yang dimakamkan di sini,” ujarnya.
Usai dari TMP Kalibata, rangkaian penghormatan terhadap para pendahulu akan dilanjutkan dengan ziarah ke taman makam pahlawan yang berada di Sulawesi Utara.
“Selesai dari TMP Kalibata ini, kita akan mengunjungi TMP yang ada di Sulawesi Utara,” kata Yulius.
Sebelumnya, Pemprov Sulut juga telah melakukan ziarah ke makam sejumlah mantan gubernur dan wakil gubernur Sulut yang dimakamkan di wilayah Gorontalo. Ziarah tersebut dipimpin Sekretaris Provinsi Sulut Tahlis Gallang.
Memasuki usia ke-62, momentum tersebut menjadi ruang refleksi bagi jajaran Pemprov Sulut. Perjalanan panjang Sulawesi Utara tidak hanya dibangun melalui program dan kebijakan pemerintahan hari ini, tetapi juga melalui pengabdian para pemimpin terdahulu. (Liu)



