Sulawesi Utara

Wamendukbangga Isyana Bagoes Oka Cek Langsung Kondisi Keluarga Risiko Stunting di Manado

MANADO – Wakil Menteri (Wamen) Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, melakukan kunjungan kerja ke Sulawesi Utara (Sulut), Kamis (12/6/2025).

Wamen Isyana pada hari pertama kunjungan kerja mengecek langsung kondisi Keluarga Risiko Stunting (KRS) di Kota Manado.

Ada dua rumah yang didatangi yakni di Kelurahan Paniki Dua, Kecamatan Mapanget, dan Kelurahan Sindulang Satu, Kecamatan Tuminting.

Wamen Isyana kesempatan itu berbagi edukasi pengasuhan anak kepada KRS, serta mendorong Tim Pendamping Keluarga (TPK) setempat untuk mengawal perkembangan anak risiko stunting. Selain itu, Wamen Isyana juga menyerahkan bantuan bahan pangan untuk dikonsumsi oleh bayi/balita risiko stunting.

Adapun kunjungan ini, Wamen Isyana turut didampingi Wakil Gubernur Sulut, Victor Mailangkay, Wakil Wali Kota Manado, Richard Sualang, dan Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Sulut, Jeanny Yola Winokan, beserta jajaran.

Wamen Isyana mengatakan, kunjungan ke Sulut untuk menghadiri agenda utama terkait internalisasi peta jalan kependudukan pada Jumat (13/6/2025) besok.

“Saat ini kan daerah-daerah sedang menyusun RJMD. Nah, kita ingin melihat dan kami ingin membantu, agar masing-masing daerah punya pedoman untuk mengikutsertakan 30 indikator-indikator dari lintas kementrian yang termasuk di dalamnya program kependudukan,” ungkapnya.

Ia mengatakan kehadiran juga untuk mengevaluasi program-program prioritas Kemendukbangga/BKKBN, yakni Quick Win yang sudah dicanangkan yang salah satunya Program GENTING, yaitu Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting.

“Seperti kita ketahui angka stunting di Indonesia masih cukup tinggi. Meski dari tahun 2023 ke 2024 terjadi penurunan, tetapi kita berupaya untuk terus menurunkan angka stunting ini,” ujarnya.

Lanjut dia, caranya yaitu dengan kita mendata keluarga yang namanya Keluarga Risiko Stunting.

“Tujuannya kita lakukan upaya melakukan pencegahan, ini penting kita optimalkan pada 1000 hari kehidupan. Bukan saja saat bayi lahir, tetapi saat masih dalam kandungan,” tukasnya. (Riv)

Related Articles

Back to top button