Gubernur Yulius Hidupkan Ruang Ekspresi Seniman Lewat Rona Budaya Sulut 2026
MANADO, Infosindo.com – Masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) kini memiliki ruang untuk menikmati sekaligus mengenal lebih dekat kekayaan seni dan budaya daerah.
Pekan Pertunjukan Seni Budaya Sulawesi Utara bertajuk Rona Budaya Sulawesi Utara 2026 resmi dibuka Gubernur Sulut, Yulius Selvanus Komaling, di Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara, Sabtu (5/9/2026).
Pembukaan kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP-PKK Sulut Anik Yulius Selvanus serta Wakil Gubernur Sulut, Victor Mailangkay.
Rangkaian Rona Budaya Sulawesi Utara 2026 akan berlangsung selama hampir satu bulan, mulai 5 hingga 26 September 2026. Berbagai pertunjukan seni, pameran hingga kegiatan ekonomi kreatif akan disajikan kepada masyarakat.
Berdasarkan jadwal kegiatan, pelaksanaan festival dibagi dalam beberapa tema kebudayaan. Pada 5-11 September, masyarakat akan disuguhkan dengan kekayaan Budaya Nusantara. Selanjutnya, pada 12-18 September, kegiatan akan mengangkat Budaya Minahasa.
Sementara pada 19-26 September 2026, panggung Rona Budaya akan menampilkan berbagai kekayaan dan tradisi Budaya Bolaang Mongondow.
Gubernur Yulius Selvanus dalam sambutannya menegaskan revitalisasi Museum Negeri Sulawesi Utara merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menghadirkan ruang kebudayaan yang dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat.
Menurutnya, keberadaan ruang seperti Museum Negeri Sulut menjadi penting, khususnya bagi para seniman dan pelaku budaya yang selama ini membutuhkan wadah untuk menampilkan karya serta memperkenalkan identitas budaya daerah.
“Tempat ini menjadi kerinduan para seniman yang selama ini merasa belum memiliki ruang yang cukup untuk menampilkan karya dan identitas budaya mereka,” ujar Gubernur Yulius.
Ia mengatakan, kehadiran Rona Budaya Sulawesi Utara menjadi momentum untuk kembali membuka ruang ekspresi bagi para seniman dan pelaku budaya.
Gubernur Yulius juga menyampaikan apresiasi atas pengakuan terhadap warisan budaya Sulawesi Utara oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
“Sudah resmi juga warisan budaya Sulut oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Selamat, budaya ini diakui oleh Republik Indonesia dan tentunya dunia,” kata Yulius.
Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Utara untuk terus menjaga, melestarikan dan meneruskan warisan budaya kepada generasi berikutnya.
Rona Budaya Sulawesi Utara 2026 sendiri dirancang bukan hanya sebagai panggung pertunjukan.
Festival ini juga menjadi ruang untuk memperkenalkan keberagaman budaya yang tumbuh dan berkembang di berbagai wilayah Sulawesi Utara.
Kepala Dinas Kebudayaan Daerah Provinsi Sulut, Yorry Lesawengen, mengatakan rangkaian kegiatan festival melibatkan berbagai unsur masyarakat dan pelaku kebudayaan.
Selain pertunjukan seni dan budaya, masyarakat yang datang ke Museum Negeri Sulawesi Utara juga dapat menikmati berbagai kegiatan lainnya. Mulai dari pameran kerajinan dan kuliner Dekranasda, pameran produk UMKM, pementasan teater hingga penampilan band-band lokal.
“Kami berharap Rona Budaya Sulawesi Utara tahun 2026 dapat menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya daerah,” ujar Yorry.
Festival ini diikuti peserta dari 15 kabupaten dan kota di Sulawesi Utara. Sejumlah pelaku ekonomi kreatif serta sanggar-sanggar binaan Dinas Kebudayaan Daerah Provinsi Sulawesi Utara turut ambil bagian dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Dengan berlangsungnya kegiatan hingga 26 September mendatang, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk menyaksikan beragam ekspresi seni, tradisi dan kekayaan budaya yang menjadi identitas Sulawesi Utara. (Liu)



