
MANADO, Infosindo.com – Tiga srikandi DPC PDI Perjuangan Minahasa Utara (Minut), yakni Vonny Adel Rumimpuni (VAR), Nontje Maramis, dan Norma Tulenan, mengikuti Pendidikan Politik Training of Trainer (TOT) Perempuan Penggerak yang digelar di Manado, 9–10 Maret 2026.
Kegiatan ini menghadirkan Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Perempuan dan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati atau yang dikenal sebagai Bintang Puspayoga.
Dalam pelatihan tersebut, para kader perempuan PDIP dari berbagai daerah di Sulawesi Utara (Sulut), dibekali penguatan kapasitas kepemimpinan serta strategi pengorganisasian di tingkat akar rumput.
Bintang Puspayoga menegaskan, program tersebut merupakan bagian dari gerakan perempuan Berdaya Indonesia Raya yang sejalan dengan arahan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk memperkuat peran perempuan di berbagai sektor.
“Pelatihan ini adalah komitmen partai untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan perempuan, khususnya di Sulawesi Utara,” ujar Bintang.
Ia juga mengungkapkan, selama berada di Sulut dirinya bersama tim DPP turut turun langsung ke lapangan, mengunjungi lapas perempuan hingga bertemu lansia dan ibu hamil guna melihat langsung persoalan yang dihadapi perempuan.
Menurutnya, kader perempuan PDIP diharapkan tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga hadir memberikan solusi atas persoalan sosial di masyarakat, termasuk kasus-kasus yang menyangkut perlindungan perempuan dan anak.
Sementara itu, Vonny Adel Rumimpuni atau VAR mengatakan, pelatihan tersebut memberikan banyak pembelajaran penting bagi kader perempuan untuk menjadi penggerak di tengah masyarakat.
“Perempuan penggerak harus mampu menginisiasi tindakan, membangun solidaritas sosial, dan memperjuangkan kebijakan yang berpihak pada perempuan serta kelompok rentan,” kata Ketua DPRD Minut itu.
VAR menambahkan, salah satu pesan penting dalam pelatihan tersebut adalah pentingnya kehadiran kader perempuan hingga ke lapisan masyarakat paling bawah untuk mendengar dan mencari solusi atas berbagai persoalan yang ada.
Ia berharap, melalui kegiatan tersebut para kader perempuan PDIP di Sulawesi Utara semakin berperan aktif dalam memperjuangkan hak-hak perempuan serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Ketika perempuan di akar rumput berdaya, maka masyarakat akan ikut maju dan lebih berkeadaban,” pungkasnya. (Don)



