Doa Tulus Anak-Anak Panti Asuhan untuk Sulut dan Indonesia, Pemprov Sulut Hadir Bersama
MANADO, Infosindo.com – Suasana khidmat menyelimuti Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Kamis (20/8/2026) malam. Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) bersama anak-anak panti asuhan menggelar doa bersama untuk keselamatan, kedamaian, dan keberkahan bagi bangsa dan negara.
Doa bersama tersebut menjadi momentum untuk mempererat kepedulian sekaligus membangun rasa persaudaraan di tengah masyarakat.
Gubernur Sulut Yulius Selvanus diwakili Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Daerah Sulut, Zainudin S. Hilimi.
Dalam kesempatan itu, Zainudin menyampaikan pesan Gubernur Sulut bahwa kebersamaan dengan anak-anak panti asuhan menghadirkan suasana penuh ketenangan dan kebahagiaan.
Menurutnya, doa yang dipanjatkan bersama anak-anak memiliki makna tersendiri karena lahir dari ketulusan dan kepolosan.
“Malam ini kita bersama-sama menyatukan hati untuk mendoakan keselamatan, kedamaian, serta keberkahan bagi Sulawesi Utara dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Zainudin menyampaikan pesan Gubernur Sulut.
Ia juga mengajak seluruh peserta mendoakan anak-anak agar selalu diberikan kesehatan, perlindungan serta kesempatan untuk meraih masa depan yang cerah.
Zainudin menegaskan, Pemprov Sulut berkomitmen untuk terus memberikan perhatian terhadap anak-anak, termasuk mereka yang berada di panti asuhan.
Pemerintah daerah, kata dia, akan terus berupaya hadir dalam pemenuhan hak-hak anak serta memastikan setiap anak memperoleh kesempatan yang setara untuk berkembang dan mengejar cita-citanya.
“Anak-anak adalah bagian penting dari masa depan Sulawesi Utara. Karena itu, mereka harus mendapatkan perhatian, perlindungan dan kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita,” ujarnya.
Pemprov Sulut juga memberikan apresiasi kepada para pimpinan, pengurus dan pengasuh panti asuhan yang selama ini dengan penuh dedikasi mendampingi anak-anak.
Peran para pengasuh dinilai sangat penting dalam memberikan perhatian, pendidikan dan kasih sayang kepada anak-anak yang berada dalam pengasuhan mereka.
Doa bersama tersebut ditutup dengan ajakan kepada seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persaudaraan, kepedulian dan semangat saling mengasihi.
Pemprov Sulut berharap kebersamaan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi pengingat bahwa membangun daerah membutuhkan kepedulian seluruh masyarakat, termasuk perhatian terhadap generasi muda. (Liu)



