Sulawesi Utara

Dukung Penuh Perayaan Paskah Nasional 2026 di Manado, Gubernur Yulius Ajak Semua Pihak Sukseskan

MANADO, Infosindo.com – Sulawesi Utara kembali dipercaya menjadi tuan rumah agenda religius berskala nasional. Kota Manado resmi ditetapkan sebagai pusat perayaan Paskah Nasional 2026 yang akan digelar pada 8 April mendatang, sebuah momentum besar bagi kehidupan iman dan kebersamaan umat Kristen di Bumi Nyiur Melambai.

Gubernur Sulut, Yulius Selvanus Komaling (YSK), menegaskan komitmen penuh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam menyukseskan agenda nasional tersebut. Hal ini disampaikannya saat menerima audiensi Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM, Pdt. Adolf Katuuk Wenas, di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, Selasa (20/1/2026).

Menurut Gubernur Yulius, penunjukan Sulut sebagai lokasi Paskah Nasional merupakan bentuk kepercayaan besar dari pemerintah pusat yang harus dijawab dengan kesiapan menyeluruh. Ia menilai Paskah Nasional bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi juga etalase keharmonisan dan kekuatan spiritual masyarakat Sulawesi Utara.

“Ini kehormatan besar bagi Sulut. Kita harus menyambutnya dengan persiapan matang dan semangat kebersamaan. Momentum ini menunjukkan bahwa kehidupan beriman dan persaudaraan umat Kristen di daerah ini sangat kuat,” ujar Yulius.

Ia juga menekankan pentingnya pendekatan inklusif dalam pelaksanaan kegiatan. Gubernur mengingatkan agar panitia tidak berjalan sendiri, melainkan melibatkan seluruh denominasi gereja yang ada demi terciptanya perayaan yang terbuka dan merangkul semua pihak.

Sementara itu, Ketua BPMS GMIM Pdt. Adolf Wenas menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan pemerintah provinsi. Ia menegaskan GMIM telah memulai konsolidasi internal serta menjalin koordinasi lintas gereja untuk memastikan Paskah Nasional 2026 berjalan tertib, khidmat, dan bermakna.

Ketua Panitia Paskah Nasional 2026, Recky Langie, menambahkan bahwa langkah awal yang segera dilakukan adalah memperkuat komunikasi dengan berbagai sinode dan denominasi gereja.

Selain itu, panitia juga mulai menyiapkan skema penyambutan tamu nasional dan tokoh-tokoh agama, termasuk melibatkan unsur lintas iman guna menjaga suasana damai dan rukun selama rangkaian kegiatan berlangsung. (Riv)

Related Articles

Back to top button