Ekonomi & BisnisSulawesi Utara

Ekonomi Sulut Ngebut di Era Gubernur Yulius Selvanus: Tumbuh 5,66 Persen

MANADO, Infosindo.com — Di tengah perlambatan ekonomi global, Sulawesi Utara (Sulut) justru menunjukkan performa yang impresif.

Di bawah kepemimpinan Gubernur Sulut Yulius Selvanus, perekonomian daerah Nyiur Melambai mencatat pertumbuhan solid yang diikuti perbaikan nyata pada sektor ketenagakerjaan, penurunan kemiskinan, hingga mengecilnya ketimpangan pendapatan.

Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulut tahun 2025 atas dasar harga berlaku mencapai Rp204,75 triliun, sementara atas dasar harga konstan 2010 sebesar Rp113,66 triliun.

Secara kumulatif, ekonomi Sulut tumbuh 5,66 persen (c-to-c) dibandingkan tahun 2024. Dari sisi produksi, Industri Pengolahan tampil sebagai motor utama pertumbuhan dengan laju 9,97 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, ekspor luar negeri melonjak 28,42 persen, mencerminkan meningkatnya daya saing produk Sulut di pasar global.

Kinerja ekonomi bahkan semakin agresif di penghujung tahun. Pada Triwulan IV 2025, ekonomi Sulut tumbuh 5,95 persen (year-on-year). Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum menjadi bintang dengan pertumbuhan spektakuler 20,67 persen, menandai kebangkitan pariwisata sekaligus geliat UMKM, khususnya sektor kuliner.

Secara kuartalan (q-to-q), ekonomi Sulut tumbuh 7,02 persen, didorong lonjakan belanja pemerintah sebesar 21,75 persen serta pertumbuhan pesat sektor jasa lainnya yang mencapai 20,61 persen.
Tak hanya dari sisi makro, perbaikan juga tampak jelas pada sektor ketenagakerjaan.

Pada November 2025, jumlah angkatan kerja Sulut mencapai 1,43 juta orang, meningkat dibandingkan Agustus. Penduduk bekerja naik menjadi 1,35 juta orang, dengan sektor pengadaan listrik, air, dan gas menjadi salah satu penyerap tenaga kerja terbesar.

Kualitas pekerjaan pun menunjukkan tren positif. Porsi pekerja formal meningkat menjadi 46,93 persen, menandakan stabilitas lapangan kerja yang semakin baik. Seiring itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 5,78 persen, atau berkurang 0,21 persen poin.

Di sisi kesejahteraan sosial, angka kemiskinan juga terus menurun. Persentase penduduk miskin pada September 2025 tercatat 6,62 persen, turun 0,09 persen poin dibandingkan Maret. Di wilayah perkotaan, kemiskinan menurun signifikan menjadi 3,95 persen, meski wilayah perdesaan masih menjadi perhatian dengan angka 10,11 persen.

Sementara itu, gini ratio Sulut turun menjadi 0,341, menunjukkan ketimpangan pengeluaran yang semakin terkendali. Berdasarkan ukuran Bank Dunia, kelompok 40 persen terbawah kini menikmati hampir 19,90 persen total pengeluaran, menjadi sinyal bahwa manfaat pertumbuhan ekonomi mulai dirasakan lebih merata.

Menanggapi capaian tersebut, Gubernur Yulius Selvanus menegaskan bahwa hasil positif ini tidak boleh membuat semua pihak berpuas diri. Ia menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, forkopimda, dunia usaha, dan masyarakat.

“Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara sudah berada di jalur yang baik. Tugas kita bersama adalah mengawal dan menjaganya agar manfaatnya benar-benar dirasakan seluruh masyarakat,” ujar Gubernur Yulius.

Dengan kombinasi pertumbuhan ekonomi yang kuat, lapangan kerja yang bertambah, kemiskinan yang menurun, serta ketimpangan yang makin terkendali, Sulawesi Utara kini menapaki tahun 2026 dengan fondasi pembangunan yang semakin inklusif dan berkelanjutan. (Ndo)

Related Articles

Back to top button