Sulawesi Utara

Gubernur Sulut Yulius Selvanus Ajak Umat Kristiani Hayati Makna Jumat Agung sebagai Wujud Kasih Sejati

MANADO – Jumat Agung menjadi momentum sakral yang penuh makna bagi umat Kristiani di seluruh dunia, termasuk di Sulawesi Utara (Sulut).

Gubernur Sulut, Yulius Selvanus dalam pesan reflektifnya memaknai peringatan Jumat Agung pada 18 April 2025, mengajak umat Kristiani untuk merenungkan kembali makna pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib.

“Salib, yang menjadi simbol penderitaan, juga merupakan bukti cinta sejati yang tidak memerlukan kata-kata,” ujar Gubernur Yulius dalam pernyataannya, Kamis (17/4/2025).

Ia menegaskan bahwa Jumat Agung bukan sekadar peringatan akan penderitaan, melainkan juga tentang cinta kasih yang tak terbatas dan harapan akan keselamatan umat manusia.

Gubernur Yulius juga menyoroti berbagai tradisi yang dijalankan dalam perayaan Jumat Agung, seperti liturgi sabda, penghormatan salib, doa bersama, serta prosesi Jalan Salib yang melambangkan perjalanan Yesus menuju Bukit Golgota.

“Selain itu, puasa dan doa menjadi bagian penting dalam refleksi spiritual, sebagai bentuk penebusan diri,” tambahnya.

Gubernur Yulius menekankan bahwa Jumat Agung tidak semata-mata merupakan hari berkabung, tetapi juga hari penuh harapan akan kehidupan kekal dan pengampunan dosa.

Di akhir pesannya, Gubernur Yulius menyampaikan harapannya agar momen suci ini dapat memperkuat iman serta menghadirkan damai bagi seluruh masyarakat Sulut yang dikenal rukun dan toleran.

“Atas nama keluarga, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, serta seluruh masyarakat Sulut, saya menyampaikan selamat menghayati Jumat Agung 18 April 2025. Semoga pengorbanan Yesus Kristus tidak menjadi sia-sia,” tuturnya. (*)

Related Articles

Back to top button