Gubernur YSK Genjot Sektor Kesehatan, Dinkesda Sulut Dorong Kabupaten/Kota Perkuat Implementasi 7 Pilar Utama GERMAS
MANADO, Infosindo.com – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Yulius Selvanus Komaling (YSK), memperhatikan serius peningkatan sektor kesehatan termasuk pelayanan dan program kesehatan masyarakat.
Hal tersebut ditindaklanjuti Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Provinsi Sulut dengan menggelar kegiatan Pertemuan Tata Kelola dan Monitoring Pembudayaan GERMAS Tahun 2026 di Manado, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan ini dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkesda Sulut, dr Rima Lolong, yang menghadirkan jajaran Dinas Kesehatan dan Bappeda kabupaten/kota se-Sulut, mulai dari kepala dinas, kepala bidang kesehatan masyarakat, hingga kepala seksi promosi kesehatan.
Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) ini, dinilai sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan masyarakat dari ancaman penyakit.
“Bapak Gubernur terus mengingatkan kita untuk meningkatkan pelayanan kesehatan termasuk mendorong program kesehatan masyarakat,” kata Rima.
Ia menuturkan, tantangan kesehatan saat ini semakin kompleks. Perubahan gaya hidup masyarakat modern menjadi salah satu penyebab meningkatnya kasus penyakit tidak menular seperti diabetes, kanker, hingga penyakit jantung koroner.
“Dulu masyarakat lebih banyak menghadapi diare, TBC, dan demam berdarah. Sekarang pola penyakit berubah drastis,” katanya.
Karena itu, lanjut Rima, GERMAS tidak lagi hanya dipahami sebagai kampanye kesehatan biasa, melainkan gerakan bersama untuk membangun budaya hidup sehat dari lingkungan terkecil.
Menurutnya, penguatan GERMAS tahun 2026 difokuskan pada tiga strategi utama, yakni penguatan tata kelola lintas sektor, digitalisasi monitoring dan evaluasi, serta implementasi tujuh pilar utama GERMAS.
Pada aspek tata kelola, pemerintah daerah didorong memperkuat sinergi antar-OPD agar program kesehatan berjalan searah dengan target pembangunan nasional. Selain itu, regulasi daerah seperti pergub maupun peraturan bupati/wali kota dinilai penting untuk memperkuat implementasi hingga tingkat desa.
“Pembinaan SDM kesehatan juga harus terus dilakukan secara berkala sampai ke tingkat puskesmas,” jelasnya.
Sementara itu, dalam aspek monitoring, Dinkesda Sulut mulai mendorong sistem pelaporan berbasis digital yang mengintegrasikan data puskesmas, fasilitas kesehatan swasta, hingga kader kesehatan.
Melalui sistem itu, pemerintah dapat memantau indikator penting seperti aktivitas fisik masyarakat, skrining kesehatan, hingga kebersihan lingkungan secara lebih terukur.
Tak kalah penting, implementasi tujuh pilar utama GERMAS juga terus didorong, mulai dari aktivitas fisik 30 menit per hari, konsumsi buah dan sayur, tidak merokok, pemeriksaan kesehatan berkala, hingga penggunaan jamban sehat.
Rima menegaskan, keberhasilan GERMAS tidak bisa dibebankan hanya kepada sektor kesehatan semata.
“Implementasi GERMAS membutuhkan komitmen bersama, baik pemerintah, swasta, akademisi, tokoh masyarakat, hingga keluarga,” tegasnya.
Ia berharap kegiatan monitoring ini tidak berhenti sebatas evaluasi tahunan, tetapi menjadi momentum memperbaiki dan menyempurnakan program pembudayaan hidup sehat di Sulawesi Utara.
“Kita ingin masyarakat Sulut semakin produktif dengan budaya hidup sehat yang benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (Liu)



