Pemprov Sulut

HAORNAS 2026, Wagub Victor Mailangkay Dorong Olahraga Jadi Budaya Hidup Masyarakat Sulut

MANADO, Infosindo.com – Peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) ke-43 Tahun 2026 di Sulawesi Utara menjadi momentum untuk mengubah cara pandang terhadap pembangunan olahraga. Pemerintah daerah didorong tidak hanya mengejar banyaknya kegiatan olahraga, tetapi memastikan masyarakat semakin aktif, bugar dan produktif.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay saat membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir pada upacara HAORNAS ke-43 Tahun 2026.

Mengusung tema “Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar!”, peringatan HAORNAS tahun ini menekankan pentingnya menjadikan olahraga sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari sekaligus investasi jangka panjang bagi bangsa.

Dalam amanat Menpora, keberhasilan pembangunan olahraga tidak cukup diukur dari jumlah kompetisi atau event yang terlaksana. Indikator yang lebih penting adalah seberapa banyak masyarakat yang aktif bergerak, rutin berolahraga dan mengalami peningkatan kebugaran.

Karena itu, kebijakan olahraga harus disusun berdasarkan data yang valid dan indikator yang dapat diukur.

Pemerintah daerah juga memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan yang mendorong masyarakat gemar berolahraga. Ruang publik, fasilitas olahraga, jalur pejalan kaki hingga jalur sepeda dinilai perlu terus diperkuat agar aktivitas fisik mudah dilakukan masyarakat.

Olahraga Harus Dekat dengan Masyarakat

Olahraga tidak boleh hanya hadir saat ada pertandingan atau kegiatan tertentu. Budaya hidup aktif perlu dibangun sejak lingkungan sekolah, tempat kerja, desa dan kelurahan, ruang publik hingga keluarga.

Kegiatan seperti Car Free Day, misalnya, diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Kegiatan tersebut dapat menjadi ruang untuk membangun kebiasaan masyarakat bergerak secara rutin.

Pemerintah juga diminta memastikan akses olahraga terbuka bagi semua kalangan. Anak-anak, pemuda, perempuan dan laki-laki, lansia, masyarakat perdesaan dan perkotaan hingga penyandang disabilitas harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk beraktivitas olahraga.

Transformasi tersebut diharapkan menciptakan mata rantai positif, yakni masyarakat yang semula pasif menjadi aktif, dari aktif menjadi bugar, kemudian berujung pada masyarakat yang lebih produktif.

Prestasi Atlet Berawal dari Budaya Olahraga

Di tengah dorongan membangun masyarakat bugar, peningkatan prestasi olahraga tetap menjadi bagian penting. Namun, prestasi atlet dinilai tidak dapat dipisahkan dari budaya olahraga yang tumbuh di tengah masyarakat.

Atlet berprestasi membutuhkan ekosistem yang mendukung sejak dari tingkat masyarakat hingga pembinaan prestasi.

Karena itu, budaya olahraga, prestasi olahraga dan industri olahraga perlu dikembangkan secara bersamaan sehingga membentuk ekosistem olahraga yang berkelanjutan.

Pemerintah daerah, institusi pendidikan, dunia usaha, organisasi olahraga, komunitas, keluarga dan masyarakat pun diajak mengambil bagian dalam gerakan tersebut.

Aktivitas fisik tidak harus dilakukan dengan cara yang mahal. Berjalan kaki, berlari, bersepeda, senam bersama maupun aktivitas fisik lainnya dapat menjadi langkah sederhana untuk membangun kebiasaan hidup aktif sesuai kemampuan masing-masing.

Pesan utama HAORNAS 2026 pun jelas: membangun Indonesia yang sehat dan bugar merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah atau satu kementerian. (Liu)

Related Articles

Back to top button