Jemput Bola dan Permudah Perizinan, Strategi Bupati Joune Ganda Sukses Tingkatkan Investasi Minut
MINUT, Infosindo.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) di bawah kepemimpinan Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung dalam menciptakan iklim investasi yang ramah dan kompetitif kembali membuahkan hasil membanggakan.
Pada Triwulan I Tahun 2026, realisasi investasi di Kabupaten Minahasa Utara mencapai Rp779 miliar, menjadikannya salah satu daerah dengan capaian investasi tertinggi di Sulawesi Utara.

Capaian tersebut merupakan buah dari berbagai langkah strategis yang konsisten dilakukan Pemkab Minut dalam menarik minat investor, mulai dari promosi potensi daerah hingga penyederhanaan layanan perizinan.
Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, mengatakan pihaknya terus memperkuat sosialisasi peluang investasi yang dimiliki daerah, baik dalam berbagai forum di tingkat nasional maupun internasional.

“Kita terus memperkuat sosialisasi potensi-potensi investasi yang ada di Minahasa Utara agar semakin dikenal dan diminati investor,” ujar Joune Ganda, Kamis (11/6/2026).
Menurutnya, posisi geografis Minahasa Utara yang strategis sebagai jalur ekonomi utama di Sulawesi Utara menjadi keunggulan tersendiri. Ditambah lagi, kawasan Likupang yang telah ditetapkan pemerintah pusat sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) semakin meningkatkan daya tarik investasi daerah.

“Kita memanfaatkan keunggulan daerah ini untuk menarik sebanyak mungkin investor. Tujuannya tidak hanya meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga membuka lapangan kerja baru dan menggerakkan roda perekonomian masyarakat serta pelaku UMKM,” jelasnya.
Joune Ganda menegaskan bahwa salah satu kunci keberhasilan investasi di Minut adalah komitmen pemerintah daerah dalam memberikan kemudahan dan kepastian layanan kepada investor.

“Kita siapkan karpet merah bagi investor. Pelayanan perizinan dipermudah, dipercepat, bahkan pemerintah hadir dengan pola jemput bola untuk membantu proses perizinan usaha,” tegasnya.
Kebijakan tersebut terbukti berdampak positif terhadap kualitas pelayanan publik. Sepanjang Triwulan I Tahun 2026, Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) pelayanan investasi mencapai skor 91 atau kategori sangat baik. Pada periode yang sama, diterbitkan 555 Nomor Induk Berusaha (NIB) dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 773 orang.

Untuk menjaga tren positif tersebut, Pemkab Minut terus melakukan berbagai inovasi melalui optimalisasi layanan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), integrasi Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) ke dalam sistem Online Single Submission (OSS), hingga pemberian insentif pajak bagi investor.
Selain itu, pemerintah daerah juga menghadirkan inovasi Aplikasi JG-LAKI IDOLA dan Klinik LKPM guna mendukung kemudahan investasi serta pendampingan pelaku usaha.

Adapun sektor investasi prioritas yang terus didorong meliputi sektor pariwisata melalui pengembangan DPSP dan KEK Likupang, pembangunan Marriott Hotel dan Club Med Resort, sektor industri dan Energi Baru Terbarukan (EBT), serta pengembangan konsep Green Economy, Blue Economy, dan Food Estate Economy.
Sebagai bentuk komitmen pelayanan prima, Pemkab Minut juga menghadirkan Mal Pelayanan Publik (MPP) yang menyediakan 138 jenis layanan terintegrasi, sehingga seluruh kebutuhan perizinan dan pelayanan investasi dapat diakses secara lebih cepat, mudah, dan transparan. (Riv)



