Kadis Perkimtan Alexander Wattimena Sampaikan Pesan Gubernur YSK di Kongres Forum Komunikasi PPPI
MANADO, Infosindo.com – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Yulius Selvanus (YSK), diwakili Kepala Dinas Perkimtan Alexander Wattimena, menghadiri sekaligus membuka Kongres Forum Komunikasi Program Profesi Insinyur Indonesia (PPPI) dan Seminar Nasional di Auditorium Unsrat Manado, Kamis (7/8/2025).
Adapun Seminar Nasional ini mengangkat tema “Membangun Profesionalisme Insinyur untuk Meningkatkan Produktivitas dan Daya Saing Menuju Indonesia Emas 2045”.
Alexander Wattimena kesempatan itu menyampaikan pesan Gubernur Sulut yang mengapresiasi kegiatan tersebut.
“Kongres ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, tetapi merupakan ruang dialog ilmiah dan strategis untuk merumuskan arah dan kontribusi nyata profesi insinyur bagi kemajuan bangsa,” ungkapnya saat membacakan sambutan Gubernur Sulut.
Ia mengatakan kongres ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, tetapi merupakan ruang dialog ilmiah dan strategis untuk merumuskan arah dan kontribusi nyata
profesi insinyur bagi kemajuan bangsa.
“Profesionalisme insinyur adalah pilar daya saing daerah,” ungkapnya.
Ia berharap para insinyur profesional di Sulut mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi pembangunan.
“Karena itu, kami mendukung penuh sertifikasi keinsinyuran melalui jalur IPT, IPM, dan IPU, serta penguatan etika profesi dan manajemen proyek. Kami percaya, insinyur yang profesional adalah tulang punggung pembangunan daerah yang berkelanjutan,” sebutnya.
Kesempatan itu, Wattimena menyampaikan pentingnya peran pendidikan tinggi dan organisasi profesi dalam mencetak dan membina insinyur-insinyur masa depan.
“Di Sulawesi Utara, kami memiliki Universitas Sam Ratulangi dengan Fakultas Teknik dan Program Profesi Insinyur yang aktif mencetak lulusan berkualitas. Juga Politeknik Negeri Manado, yang melahirkan tenaga teknis terapan yang siap pakai. Ditambah lagi dengan keberadaan PII Cabang Sulut yang sangat aktif dalam sertifikasi dan pengembangan profesi keinsinyuran,” terangnya.
Ia mengakui, kolaborasi antara dunia pendidikan, organisasi profesi, dan pemerintah daerah adalah kunci.
“Dengan kolaborasi ini, Sulawesi Utara dapat menjadi model pembangunan berbasis keinsinyuran yang berkelanjutan dan berkeadilan,” akunya
Di tengah tantangan global yang semakin
kompleks, krisis iklim, disrupsi teknologi, dan geopolitik, kehadiran para insinyur harus menjadi solusi.
“Maka forum seperti ini menjadi sangat penting untuk dijadikan sebagai wadah penguatan kompetensi, pembaruan wawasan, dan penjaringan gagasan untuk mendukung pembangunan nasional,” ungkapnya.
Melalui kongres ini, diharapkan Forum
Program Profesi Insinyur Indonesia dapat merumuskan arah kebijakan pengembangan profesi insinyur ke depan, meningkatkan standar kualitas lulusan PPI di seluruh Indonesia, mendorong peran insinyur dalam pembangunan berbasis kearifan lokal, serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan sektor swasta.
“Insinyur yang profesional adalah kunci kemajuan Sulawesi Utara dan tulang punggung pembangunan nasional. Mari berjalan bersama membangun daerah Sulawesi Utara yang maju, sejahtera dan berkelanjutan serta menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Wattimena menutup sambutan Gubernur Sulut.
Kegiatan ini dihadiri Kepala Badan Kepegawaian RI diwakili Deputi Mutasi ASN, Rektor Unsrat diwakili Ir Stenni Wala, dan Kepala Badan Kepegawaian Regional XI Sulut. (Riv)



