Mengerem Pemanasan Global dengan Rekayasa Desain Selubung Bangunan untuk Efisiensi Energi
PENULIS:
1. M. Y. Noorwahyu Budhyowati, ST., M.Sc.,M.Ars. (Dosen di Program Studi Arsitektur Universitas Negeri Manado)
2. Novatus Senduk, ST., MT. (Dosen di Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Manado)
3. Estrelita V. Y. Waney, ST., M.Eng.Mgmt.(Dosen di Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Manado)
4. Ir. Deyke Mandang, ST., MM. (Dosen di Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Manado)
PEMANASAN Global (Global Warming) merupakan isu yang sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Kita juga sebenarnya sudah merasakan efek langsung dari keadaan ini, antaranya semakin panasnya cuaca di sekitar kita, adanya bencana alam, dan fenomena alam yang semakin tidak terkendali. Hal ini menyadarkan kita bahwa bumi kita tidak baik-baik saja, melainkan adanya suatu proses menuju kehancuran.
Pemanasan Global adalah peningkatan suhu rata-rata permukaan bumi yang sangat terkait dengan adanya gas-gas rumah kaca yang disebabkan oleh aktivitas manusia. Berdasarkan penelitian yang dilakukan para Peneliti International Panel on Climate Change (IPCC) disimpulkan bahwa hal pertama penyebab Pemanasan Global adalah adanya beberapa jenis gas rumah kaca yang dihasilkan oleh pembakaran bahan bakar fosil pada kendaraan bermotor, pabrik-pabrik modern, peternakan, dan Pembangkit Tenaga Listrik.
Atmosfir bumi terdiri dari bermacam-macam gas yang menjaga permukaan bumi agar tetap hangat seperti yang bisa kita lihat pada efek rumah kaca pada tanaman, demikian juga Planet Bumi membutuhkan gas-gas tersebut untuk menjaga kebutuhan kehidupan makhluk di dalamnya. Namun yang terjadi saat ini adalah adanya peningkatan gas-gas rumah kaca yang menghasilkan efek pemanasan yang sangat tinggi dipermukaan bumi.

Pencegahan pemanasan ini dapat dilakukan dengan melakukan pengereman terhadap aktivitas penghasil gas rumah kaca, salah satunya pengurangan gas yang disebabkan pada proses Pembangkit Tenaga Listrik yang berasal dari pembakaran bahan bakar fosil. Penggunaan energi listrik banyak digunakan untuk mesin pengkondisian udara (Air Conditioning atau AC) pada bangunan.
Penggunaan AC memang memberi banyak keuntungan, namun kekurangannya terutama pada penggunaan energi yang boros, dapat mencapai 60% dari total energi bangunan. Namun pembatasan energi untuk mesin AC tidak boleh mengganggu aktivitas dan kinerja fungsi bangunan sehingga perlu diupayakan penggunaannya seefektif dan seefisien mungkin salah satunya dengan cara merancang bangunan dimana semua elemen-elemen dasar dirancang dengan baik, dengan selubung bangunan yang tertutup rapat, ventilasi terkontrol, material bangunan yang tepat, sistem pintu dan jendela, serta peralatan yang tepat, sehingga penggunaan energi dapat efisien karena beban panas ruang dalam yang kecil.
Dari penelitian yang dilakukan oleh Penulis, Desain Selubung Bangunan (bagian dari bangunan yang membatasi ruang dalam dengan lingkungan luar bangunan) perlu dirancang dengan tepat karena beban panas dalam ruangan terbesar adalah panas yang berasal dari radiasi matahari yang masuk ke dalam bangunan melalui selubung bangunan.
Pengurangan panas dalam bangunan dapat dilakukan dengan mendesain selubung bangunan yang memiliki nilai perpindahan panas (transmitance, U-Value) yang kecil sehingga panas sedikit mungkin masuk ke dalam bangunan, untuk itu pilihlah bahan/material yang memiliki nilai pengaliran panas (nilai konduktivitas panas) yang kecil dan buatlah desain konstruksi dinding dengan nilai ketahanan panas (nilai resistan panas) yang besar sehingga nilai perpindahan panas (nilai transmitan) dari luar yang masuk ke dalam bangunan menjadi kecil.

Bila menggunakan cladding pada lapisan luar dinding, sebaiknya menggunakan warna terang, bila menggunakan warna gelap bisa memperbesar penyerapan panas pada bangunan, dan diberi celah atau ruang udara antara cladding dengan dinding bangunan. Disini diketahui bahwa desain selubung dengan ruang udara memiliki perbedaan yang signifikan dibanding dengan yang tidak diberi ruang udara.
Bila menggunakan kaca, konstruksi kaca desain Tripel Glazing lebih baik daripada double glazing, sedangkan Double Glazing lebih baik daripada Single Glazing. Semakin tebal kaca, semakin baik menahan panas, penggunaan kaca warna lebih baik daripada kaca bening. Penggunaan kaca coating lebih baik daripada kaca warna, dapat juga digunakan kaca film untuk melapisi kaca.
Penggunaan kaca film disesuaikan dengan kebutuhan fungsi ruang, pilihlah jenis kaca film yang memiliki tingkat kegelapan ringan yang memungkinkan masuknya cahaya untuk mengurangi penggunaan lampu, tetapi memiliki kemampuan menolak radiasi infra red (panas) yang besar.
Pemasangan pembayangan di luar bangunan juga dibutuhkan untuk melindungi dari radiasi langsung masuk ke dalam bangunan. (***)



