Ekonomi & BisnisManadoSulawesi Utara

Misi Dagang Sulut–Jatim Catat Transaksi Ratusan Miliar, Perkuat Konektivitas Ekonomi Antar Daerah

MANADO, Infosindo.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) terus memperluas kerja sama ekonomi antar daerah melalui pelaksanaan Misi Dagang dan Investasi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) yang berlangsung di Four Points Hotel Manado, Kamis (4/6/2026).

Kegiatan yang mempertemukan ratusan pelaku usaha dari kedua provinsi tersebut menjadi wadah strategis untuk memperkuat jaringan perdagangan, membuka peluang investasi baru, sekaligus memperluas pasar bagi produk unggulan daerah.

Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor J. Mailangkay, yang hadir mewakili Gubernur Sulut, menegaskan bahwa misi dagang ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah nyata membangun konektivitas ekonomi yang berkelanjutan.

Menurutnya, kolaborasi antara Sulut dan Jatim memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperkuat rantai pasok, serta membantu menjaga stabilitas harga dan pengendalian inflasi.

“Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperluas kerja sama bisnis, meningkatkan transaksi perdagangan, dan mendorong investasi yang memberikan manfaat bagi kedua daerah,” ujar Victor.

Ia juga menyambut hangat kedatangan rombongan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang dipimpin Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak. Menurutnya, hubungan yang telah terjalin selama ini menjadi fondasi kuat untuk mempererat kemitraan ekonomi di masa mendatang.

Dalam kesempatan yang sama, Emil Dardak mengungkapkan bahwa kerja sama perdagangan antara Jatim dan Sulut telah memasuki tahun keempat sejak dimulai pada 2022.

Ia menegaskan hubungan ekonomi kedua provinsi berlangsung secara timbal balik. Sulut tidak hanya menjadi tujuan pemasaran produk Jawa Timur, tetapi juga menjadi sumber komoditas yang dibutuhkan pelaku usaha di Jatim.

“Sulut bukan hanya pasar bagi Jawa Timur. Kami juga datang untuk membeli produk-produk dari Sulawesi Utara. Ini kerja sama yang saling menguntungkan,” katanya.

Emil bahkan mengungkapkan optimisme setelah melihat nilai transaksi yang tercipta dalam kegiatan tersebut. Salah satu kesepakatan yang ditandatangani pada hari itu disebut bernilai lebih dari Rp100 miliar.

Capaian tersebut menunjukkan besarnya potensi perdagangan dan investasi yang masih bisa terus dikembangkan antara kedua provinsi.

Misi dagang ini turut dihadiri unsur Kamar Dagang dan Industri Indonesia, perwakilan BUMD, serta organisasi perangkat daerah dari Sulut dan Jatim.

Pemerintah berharap kerja sama yang semakin erat antara kedua provinsi dapat membuka lebih banyak peluang usaha, memperkuat daya saing produk daerah, menciptakan lapangan kerja, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan posisi strategis Sulawesi Utara sebagai gerbang Indonesia di kawasan Pasifik dan Jawa Timur sebagai salah satu pusat ekonomi nasional, sinergi kedua daerah diyakini akan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (Liu)

Related Articles

Back to top button