Pemprov Sulut Salurkan Rp750 Juta untuk Bantu Korban Bencana di NTT
MANADO, Infosindo.com – Kepedulian terhadap warga yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) ditunjukkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) dengan mengalokasikan bantuan keuangan sebesar Rp750 juta.
Bantuan tersebut menjadi bentuk solidaritas masyarakat Sulawesi Utara bagi warga NTT yang tengah menghadapi dampak bencana alam dan membutuhkan dukungan untuk proses penanganan hingga pemulihan.
Penyaluran bantuan dilakukan dengan mengacu pada Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 900.1.14.1/6014/SJ tertanggal 20 Agustus 2026. Surat tersebut mengatur pemberian bantuan keuangan kepada Pemerintah Provinsi NTT serta pemerintah kabupaten/kota di wilayah NTT untuk mendukung penanganan masyarakat terdampak bencana.
Gubernur Sulut Yulius Selvanus mengatakan, bantuan tersebut tidak sekadar berupa dukungan anggaran, tetapi juga membawa doa dan semangat masyarakat Sulut bagi warga NTT.
“Kita berharap bantuan yang kita berikan akan bermanfaat bagi pemulihan dan rehabilitasi pascabencana. Kita juga memastikan penyalurannya sudah sesuai dengan mekanisme dan aturan yang diberikan oleh Pemerintah Pusat,” ujar Yulius.
Menurutnya, pemerintah daerah perlu hadir ketika masyarakat di daerah lain mengalami musibah. Semangat gotong royong dan solidaritas antardaerah menjadi bagian penting dalam membantu mempercepat pemulihan masyarakat yang terdampak bencana.
Bantuan tersebut disampaikan Gubernur Yulius di sela agenda Rapat Paripurna DPRD Sulut, Senin (24/8/2026).
Dalam kesempatan itu, Yulius didampingi Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay dan Ketua DPRD Sulut Fransiskus Silangen. Hadir pula para Wakil Ketua DPRD Sulut, unsur Forkopimda, serta sejumlah pejabat instansi vertikal.
Pemprov Sulut berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan penanganan masyarakat terdampak, sekaligus mendukung tahapan rehabilitasi dan pemulihan pascabencana di NTT.
Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Sulawesi Utara untuk terus membangun semangat kemanusiaan dan gotong royong, tidak hanya bagi masyarakat di daerah sendiri, tetapi juga bagi sesama warga Indonesia yang sedang menghadapi bencana. (Liu)



