Sulampua Menuju Hub Logistik Dunia, Gubernur YSK Tekankan Pentingnya Direct Call
MANADO, Infosindo.com – Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling (YSK) menegaskan pentingnya layanan pelayaran langsung (direct call) sebagai motor penggerak investasi dan penguatan daya saing ekonomi Kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua).
Hal tersebut disampaikan Gubernur YSK saat menjadi pembicara dalam Forum Group Discussion (FGD) bertema “Sulampua Menuju Global Logistics Hub untuk Penguatan Efisiensi dan Daya Saing Logistik Kawasan Timur Indonesia” yang digelar di Aula Gedung Keuangan Negara, Manado, baru-baru ini.
Menurutnya, Sulampua memiliki posisi strategis dalam struktur perekonomian nasional, terutama sebagai pintu gerbang kawasan timur Indonesia yang terus menunjukkan tren pertumbuhan positif.
“Kawasan Sulampua mencatat kinerja ekonomi yang menjanjikan dan menjadi salah satu penopang pertumbuhan nasional,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, Pulau Sulawesi sebagai satu kesatuan wilayah mampu menjaga laju pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,5 hingga 6 persen. Sementara Sulawesi Utara tumbuh stabil di angka 5 hingga 5,6 persen, sejalan bahkan sedikit melampaui rata-rata nasional.
Kondisi tersebut, kata Gubernur YSK, menunjukkan bahwa Sulampua memiliki fondasi ekonomi riil yang kuat sekaligus potensi besar untuk tumbuh dalam jangka menengah. Namun, potensi itu perlu ditopang oleh sistem logistik yang efisien dan terintegrasi dengan jaringan global.
“Tanpa sistem logistik yang kuat, pertumbuhan ekonomi sulit berkelanjutan. Karena itu, penguatan konektivitas internasional menjadi kebutuhan mendesak,” jelasnya.
Gubernur YSK menyoroti peluang pengembangan layanan pelayaran langsung dari Sulawesi Utara ke sejumlah negara utama di Asia Timur seperti Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok. Menurutnya, skema direct call berpotensi memangkas waktu tempuh pelayaran sekaligus menekan biaya logistik secara signifikan.
“Pelayaran langsung akan membentuk ekosistem logistik kawasan yang lebih kompetitif dan efisien. Dampaknya tidak hanya dirasakan pelaku usaha, tetapi juga masyarakat luas,” katanya.
Lebih jauh, Gubernur YSK menegaskan bahwa kehadiran direct call akan menjadi sinyal kuat bagi investor global bahwa kawasan timur Indonesia siap terlibat aktif dalam rantai pasok internasional.
“Ini bukan sekadar soal rute pelayaran, tetapi pesan strategis bahwa Sulampua siap bersaing di pasar global,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok, Djauhari Oratmangun, memberikan apresiasi atas inisiatif Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam mendorong penguatan konektivitas logistik kawasan.
“Tiongkok merupakan mitra strategis Indonesia dalam perdagangan. Dengan adanya direct call, manfaatnya akan dirasakan oleh kedua negara,” ujarnya.
Ia berharap, ke depan infrastruktur pendukung logistik dapat terus ditingkatkan guna memastikan kelancaran dan keberlanjutan kerja sama ekonomi.
FGD tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay, Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, Wali Kota Bitung Hengky Honandar, serta perwakilan pelaku usaha, APINDO, Kadin, investor, dan operator logistik. (Riv)



