Turun Pungut Sampah, Gubernur YSK Pimpin Langsung Gerakan Indonesia ASRI di Pesisir Pantai Manado
MANADO, Infosindo.com — Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Yulius Selvanus Komaling (YSK), memimpin langsung kerja bakti massal bersih-bersih sampah di pesisir Pantai Manado bersama ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Sulut, Pemkot Manado, dan TNI/Polri.
Aksi ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto melalui program nasional Gerakan Indonesia ASRI, yang menekankan perubahan perilaku masyarakat lewat contoh nyata dari pemerintah.
Sejak pagi, ribuan ASN dikerahkan melalui masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan disebar di sejumlah titik strategis pesisir Pantai Manado.
Gubernur YSK memulai kegiatan di kawasan wisata Manado Beach Walk (MBW) Malalayang, sebelum bergerak ke Godbless Park, dua lokasi yang menjadi etalase pariwisata ibu kota Sulawesi Utara.
Di sela kegiatan, Gubernur YSK menegaskan bahwa persoalan sampah bukan lagi masalah kecil, melainkan tantangan bersama yang harus dihadapi secara kolektif.
“Hari ini kita lihat sendiri sampah. Ini tantangan untuk kita semua. Kita berharap masyarakat segera sadar, mari kita budayakan hidup bersih,” ujar YSK.
Menurutnya, pemerintah memiliki tanggung jawab moral untuk memberi teladan, bukan sekadar mengeluarkan imbauan. Kehadiran pimpinan daerah di lapangan, kata dia, menjadi pesan kuat bahwa gerakan kebersihan harus dimulai dari atas.
“Melihat kondisi masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan, pemerintah harus hadir memberi contoh. Apa yang kita lakukan hari ini akan dijadwalkan rutin. Rutinitas ini lama-lama akan menjadi budaya,” tegasnya.
Gubernur YSK optimistis, kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten akan membentuk karakter masyarakat Sulawesi Utara yang lebih peduli terhadap lingkungan.
Diketahui, Gerakan Indonesia ASRI merupakan inisiatif nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto pada awal 2026. Program ini mengusung konsep Aman, Sehat, Resik (Bersih), dan Indah, dengan fokus pada aksi nyata seperti kerja bakti massal, penataan sistem persampahan, penertiban baliho dan kabel semrawut, hingga program gentengisasi untuk mempercantik wajah lingkungan perkotaan. (Riv)



