Presiden Prabowo Akan Sampaikan Dua Pidato di Parlemen, Sidang Tahunan MPR 2026 Diminta Berlangsung Khidmat
JAKARTA, Infosindo.com – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menyampaikan dua pidato dalam rangkaian agenda kenegaraan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Agenda tersebut menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pidato pertama akan disampaikan Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI 2026. Setelah itu, Presiden akan kembali berpidato dalam Sidang Bersama MPR, DPR, dan DPD RI yang dilanjutkan dengan Rapat Paripurna DPR.
Dalam rangkaian sidang tersebut, Presiden akan menyampaikan laporan kinerja lembaga-lembaga negara serta pidato kenegaraan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Prabowo juga dijadwalkan menyerahkan Rancangan Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) Tahun Anggaran 2027 kepada pimpinan DPR dan DPD RI. Dokumen tersebut disertai Nota Keuangan beserta dokumen pendukung lainnya.
Evaluasi Polemik Tahun Lalu
Pelaksanaan Sidang Tahunan MPR tahun ini mendapat perhatian khusus menyusul polemik yang terjadi pada agenda serupa tahun sebelumnya.
Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan para anggota dewan telah melakukan evaluasi dan introspeksi agar pelaksanaan sidang tahun ini berlangsung lebih tertib dan khidmat.
“Insyaallah nanti pada hari H kami semua akan tentu saja akan lebih introspeksi, lebih khidmat, akan lebih bisa menjaga diri kami untuk bisa lebih fokus dalam mengikuti acara kenegaraan tersebut,” kata Puan di Kompleks Parlemen Senayan, Rabu (12/8/2026).
Puan menjelaskan, ekspresi kegembiraan dalam momentum kemerdekaan tetap menjadi bagian dari perayaan. Namun, ia menekankan pentingnya menempatkan ekspresi tersebut sesuai dengan konteks dan tahapan acara.
Menurutnya, polemik anggota DPR yang berjoget pada sidang tahun lalu muncul secara spontan setelah rangkaian acara resmi berakhir.
Lagu Nasional Jadi Penekanan
Evaluasi juga dilakukan terhadap pemilihan lagu yang mengiringi rangkaian acara. Kepala Biro Protokol, Humas, dan Media Sekretariat Jenderal DPD RI, Mahyu Darma, menyebut pihaknya tidak ingin kejadian serupa kembali menimbulkan polemik.
“Kami sudah mengevaluasi, mungkin tidak kita lakukan (lagu yang mengundang berjoget),” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin memastikan persiapan pelaksanaan Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD telah dilakukan secara menyeluruh.
Menurut Sultan, gladi pertama, gladi kedua hingga gladi bersih telah dilaksanakan. Persiapan teknis juga disebut telah mencapai sekitar 90 persen dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
“Rundown acara juga sudah terukur dengan baik,” kata Sultan seusai meninjau kesiapan di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Kamis (13/8/2026).
Sebagai tuan rumah pelaksanaan tahun ini, DPD RI mengusung tagline “Daerah Kuat, Indonesia Berdaulat”. Sultan menilai kekuatan Indonesia tidak terlepas dari kokohnya persatuan seluruh daerah.
“Kunci utama kekuatan negara terletak pada persatuan, di mana Indonesia akan menjadi berdaulat jika seluruh daerah kuat dan solid,” ujarnya.
Anggota Dewan Diminta Jaga Etika
Sultan juga mendukung imbauan Puan Maharani agar seluruh anggota parlemen menjaga sikap selama persidangan berlangsung.
Ia mengingatkan bahwa DPR dan DPD merupakan bagian dari rumpun MPR RI sehingga seluruh anggota memiliki tanggung jawab menjaga marwah lembaga negara.
“Saya secara pribadi menghimbau harus menjaga sikap dan etika itu,” kata Sultan.
Ia berharap seluruh rangkaian agenda kenegaraan berjalan aman, lancar, dan khidmat tanpa kejadian yang dapat menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.
Nuansa kebangsaan juga akan diperkuat melalui lantunan lagu-lagu nasionalisme dan perjuangan. Dengan persiapan tersebut, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI diharapkan tidak sekadar menjadi seremoni, tetapi juga menjadi momentum memperkuat persatuan dan semangat kebangsaan. (Red)



